FPSI Buka Peluang Tulis Sejarah LDII Tabanan

LDII Tabanan
Ketua DPD LDII Tabanan Maulana Sandijaya (kiri) bersama Koordinator FPSI Tabanan H Anwar Haryono (kanan), Rabu (24/2/2021)

TABANAN, LINES.id – Di sela-sela audiensi dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tabanan, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan H Anwar Haryono mengaku saat ini diberikan amanah sebagai Koordinator Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Kabupaten Tabanan. FPSI merupakan buah pikir Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Tugas FPSI adalah menulis sejarah keberadaan umat Islam dan tempat kegiatan umat Islam di Bali. Salah satunya di Kabupaten Tabanan. Anwar menuturkan, perkembangan masyarakat Kota Tabanan tidak lepas dengan peranan warga muslim.

Anwar pun membuka peluang untuk menulis keberadaan sejarah LDII Tabanan. Menurut Anwar, penulisan sejarah ini sangat penting untuk dijadikan pijakan generasi di masa mendatang.

“Beberapa ratus tahun mendatang, orang akan tanya tentang sejarah LDII di Tabanan. Kaalau sudah ditulis sejarahnya, orang akan mudah mendapat informasi,” tutur Anwar, Rabu (24/2/2021) di Kantor FKUB Tabanan.

Baca juga: Wakil Ketua FKUB: LDII Berkontribusi Positif Terhadap Kerukunan Masyarakat Tabanan

Baca juga: Kompak, Remaja LDII Manokwari Adakan Touring Rally

 

LDII Tabanan
Audiensi pengurus DPD LDII Tabanan dengan Koordinator FPSI sekaligus Wakil Ketua FKUB Tabanan, Rabu (24/2/2021)

FPSI saat ini tengah mengkaji penulisan sejarah sejumlah kampung muslim dan masjid yang memiliki nilai sejarah di Tabanan. Belum lama ini FPSI mendatangi Raja Tabanan untuk mendapatkan informasi tambahan. “Tulisan nanti dituangkan dalam buku, film dokumenter, dan website,” jelas pria yang bergelut di dunia agrobisnis itu.

Ketua DPD LDII Tabanan Maulana Sandijaya mengapresiasi rencana penulisan sejarah LDII Tabanan oleh FPSI. Sandi lantas menukil pidato Presiden Sukarno yang terkenal, yaitu “Jas merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah para pahlawannya.

Sandi menyebut upaya FPSI ini sejalan dengan pemikiran DPD LDII Tabanan. Belum lama ini, LDII Tabanan menulis sejarah keberadaan warga LDII di Kecamatan Pupuan. Sejarah tersebut sudah diunggah di website dan bisa dibaca siapapun.

“Kami terbuka lebar jika FPSI ingin menulis sejarah LDII di Tabanan. Kami mengapresiasi dan kami siap berkontribusi,” tandasnya. (KIM/LINES)