MAMUJU, LINES.id – Sebanyak 27 mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju diterima secara resmi oleh Pemerintah Desa di Kantor Desa Bambu, Senin (30/5/2022). Kegiatan ini merupakan praktik Family Health Care (FHC) II yang akan berlangsung satu minggu yaitu 30 Mei–9 Juni 2022. Selain mahasiswi, kegiatan penerimaan ini juga dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, Kepala Dusun, Ketua Jurusan Kebidanan, Pengelola Praktik, dan para dosen pembimbing dari Poltekkes Mamuju.
Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju Dina Mariana SKM MKes dalam sambutannya mengucapakan terima kasih kepada pihak Pemerintah Desa Bambu yang telah menerima mahasiswi Kebidanan Poltekkes Mamuju. Menurutnya, kegiatan FHC II ini adalah yang kedua kalinya menyasar Desa Bambu, di mana pada tahun sebelumnya dilaksanakan di Dusun Babana Pantai.
“Salah satu manfaat dari kegiatan FHC adalah agar mahasiswi mendapatkan pengalaman dalam pengelolaan masalah kesehatan pada keluarga khususnya masalah KIA dan KB,” kata alumni Magister FKM UH ini.
Jumlah mahasiswi Jurusan Kebidanan yang akan melakukan praktik sebanyak 27 orang sehingga menurutnya hanya bisa menjangkau satu wilayah dusun saja.
Baca juga: BUMDES Salubiro Gandeng Mahasiswa PKLT Poltekkes Mamuju Gelar Bakti Sosial dan Skrining Kesehatan

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Bambu Saldy SIP dalam sambutannya mewakili Kepala Desa Bambu memberikan respon yang baik dengan kehadiran mahasiswi kebidanan. Sekilas ia menyampaikan bahwa Dusun Buadao ini merupakan dusun pecahan dari Dusun Babana Pantai.
Sebagian besar masyarakatnya dihuni oleh penduduk asli mamuju sehingga ia menyarankan untuk memudahkan proses komunikasi bisa dengan menggunakan bahasa asli mamuju.
Dalam arahannya, Kepala Kasi Pemerintahan ini membeberkan bahwa tingkat partisipasi pelayanan posyandu di Desa Bambu ini masih kurang sehingga meminta kerja sama mahasiswi peserta praktik FHC untuk memberikan motivasi kepada masyarakat.
“Data yang diperoleh Mahasiswi Kebidanan Poltekkes Mamuju supaya disampaikan kepada pihak Pemerintah Desa Bambu agar nantinya dapat menjadi rujukan pengambilan keputusan dan perencanaan program di desa ini,” pungkasnya. (am*).








