Resmi! UMI Terima SK Pembukaan Prodi S2 Farmasi dan Pengangkatan Guru Besar FTI

  • Bagikan
S2 Farmasi UMI
Rektor UMI Prof Dr Basri Modding

MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi memiliki program studi Magister Farmasi (S2) di Program Pascasarjana UMI setelah menerima SK pembukaan jurusan baru dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IX Sultanbatara di ruang rapat senat lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (18/11/2021).

Dengan demikian, UMI adalah perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki program studi Magister Farmasi. Surat Keputusan yang diterbitkan di Jakarta beberapa waktu lalu itu diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti IX Sultanbatara Prof Jasruddin kepada Rektor UMI Prof Dr Basri Modding SE MSi.

Saat menerima SK tersebut, Prof Basri Modding didampingi jajaran wakil rektor dan pimpinan Program Pascasarjana UMI. Setelah diserahkan, UMI diharapkan Prof jasruddin, lebih mendalami kajian obat-obatan tradisional yang bernilai lebih bermanfaat.

“SK program studi farmasi S2 pertama di KTI (Kawasan Timur Indonesia), harapan kita prodi berikutnya S3 Farmasi. Saya berharap UMI bisa meneliti, kita punya kekayaan luar biasa yang diwariskan nenek moyang kita, berupa obat-obatan tradisional. Kita tidak langsung menolak obat-obatan tradisional ini, tapi tugas kita adalah menelitinya secara ilmiah,” harapnya.

Baca juga: UMI-DPD RI Kupas Presidential Threshold dan Oligarki

Dalam kesempatan ini pula, UMI menerima SK pengangkatan Guru Besar (Professor) untuk dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Dr Dr Ir La Ifa ST MT IPM ASEAN Eng dari Kemendikbudristek melalui LLDikti IX.

“Pada dasarnya jika ada yang terangkat jadi guru besar begini yang patut berbahagia adalah kami (LLDikti) karena ini juga adalah capaian dan penilaian teruntuk kami. Salah satu poin dalam pakta integritas Kepala LLDikti, memang seperti itu. Jadi sekali lagi, saya selalu menceritakan di luar sana tentang keunggulan UMI. Ini fakta yang tidak bisa dibantah,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMI Prof Basri Modding menyebutkan, pihaknya enggan menyianyiakan kesempatan atas kepercayaan untuk membuka prodi Magister Farmasi di Pascasarjana UMI.

“UMI akan bekerja maksimal untuk memajukan S2 Farmasi. Capaian-capaian seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Namun kita harus lebih kreatif dan inovatif agar bisa lebih maju lagi,” tegasnya.

  • Bagikan