Hari ke-2 The 3rd International Conference UMI, Halal Industri Jadi Topik Menarik

  • Bagikan
Halal Industri
The 3rd International Conference UMI, Selasa (12/10/2021)

MAKASSAR, LINES.id – International Conference (IC) Halal Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung selama dua hari dipusatkan di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Jalan Urip Simohardjo, Makassar, Senin hingga Selasa (11-12 Oktober 2021).

Di hari ke dua, pembicara yang dihadirkan salah satunya adalah delegasi dari Philipina, Prof Nassef Manabilang Abiong. Dalam pemaparannya, Guru Besar dari negara berbentuk Kepulauan di lingkar Pasifik Barat itu banyak menjelaskan tentang Halal Industri.

“Jadi di Philipina sendiri sendiri juga telah banyak menjamur industri halal di beberapa kota besar, seperti Mindanao. Makanan dan minuman halal bagi warga muslim sudah mudah ditemukan,” jelasnya dalam bahasa Inggris.

Baca juga: The Third International Conference UMI Akan Hadirkan Keynote Speaker dari Tujuh Negara

Tidak hanya industri halal, disebutkan Prof Nassef, pariwisata halal juga sudah banyak tersedia di negara mayoritas kristen katolik itu.

Conference ini dipandu langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakutas Teknologi Industri (FTI) UMI Ir Hj Setyawati Yani PhD.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana konferensi internasional ke-3 UMI Dr Ishaq Shamad MA menjelaskan, kegiatan bertajuk ‘The 3rd International Conference on Halal, Policy, Culture, and Sustainability Issues’ itu dilatarbelakangi pandangan bahwa UMI menyadari pentingnya melakukan perubahan karena tidak ada yang dapat menghalangi arus globalisasi.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemda Bolaang Mongondow Selatan Kerja Sama dengan UMI

Pembicara utama atau keynote speaker dalam kegiatan ini sebanyak 8 orang yang datang dari 7 negara, Prof Dr H Mansyur Ramly dan Prof Dr Hattah Fattah MS dari Indonesia, Prof Dr Dato’ Mohd Ekhwan Hj Toriman (Malaysia).

Kemudian Prof Assc Nasef Manabilang Adiong PhD (Filipina), Prof Dr Eng Masato Takanokura CPEJ (Jepang), Muhammad Amin Samad Lc MA (Mesir), Dr.Hamid Slimi (Kanada) dan Prof Jesse dari Amerika Serikat.

  • Bagikan