PASER, LINES.id –Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran baik di tingkat sekolah maupun universitas dilaksanakan secara daring/online. Kondisi tersebut mengakibatkan internet menjadi kebutuhan yang utama. Namun, tidak sedikit yang masih kesulitan untuk mendapatkan sinyal internet salah satunya akibat kondisi geografis setiap daerah.
Sebagaimana yang dialami remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang terpaksa naik ke atas bukit untuk mendapatkan sinyal internet, Rabu (19/8/2020). Meski demikian, remaja LDII tersebut tetap bersemangat mengikuti pengajian online Alhadist yang dilaksanakan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri.
Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Wali Barokah telah melaksanakan pengajian online Alquran secara daring pada bulan Ramadhan lalu. Kemudian dilanjutkan pengkajian Alhadist yang dimulai Selasa (18/8/2020), berlangsung setiap hari pukul 20.00 – 22.00 WIB.
Baca juga: FOTO: PJ Ketua Umum Terpilih Chriswanto Santoso dalam Berbagai Kegiatan LDII
Baca juga: LDII Kabupaten Mimika Ikuti Rapimnas LDII 2020 Secara Virtual
Remaja LDII Kabupaten Paser untuk bisa mengikuti pengajian, harus menempuh jalan yang cukup sulit, menyusuri sungai dan menaiki bukit hingga menemukan sinyal internet.
“Kami harus berjuang keras dan tempatnya cukup jauh, namun tempat ini merupakan perbukitan yang indah,” ujar salah satu remaja LDII.
Tepatnya di perkebunan sawit, para remaja LDII tersebut mendirikan tenda sederhana. Mereka tetap didampingi oleh orang tua karena pengajian berlangsung malam hari.
Baca juga: Rapimnas LDII 2020, Chriswanto Santoso Mendapatkan Dukungan Penuh sebagai PJ Ketum LDII
Baca juga: Langkah Strategis LDII Sulawesi Hadapi Pandemi Covid-19
Menurut salah satu warga Paser, remaja LDII tersebut berasal dari Muara Langon, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. “Iya benar, mereka dari Muara Langon dan musti ke perkebunan sawit untuk mendapatkan sinyal internet,” ungkap Anggraito salah satu pengurus DPD LDII Kabupaten Paser.
Selesai pengajian, tepatnya pukul 23.00 WITA, remaja LDII tersebut kembali pulang ke rumahnya masing-masing. (SA/LINES)












