Ribuan Warga Ikuti Pengajian Akbar Online LDII, Kiat Hadapi Cobaan Covid-19

Covid-19
KH Faiz Ibrohim pengisi pengajian akbar online DPD LDII Sleman, Senin (10/8/2020)

SLEMAN, LINES.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman menggelar pengajian akbar secara online, Senin (10/8/2020) malam. Pengajian akbar diikuti sekitar 4.000 warga LDII dan masyarakat sekitar majelis taklim binaan LDII.

Sejumlah 370 titik yang tersebar se-Sleman Timur menyimak dengan khusyuk pengajian akbar bertemakan “Syukur, Sabar, Tawakal dan Berprasangka Baik dalam Menghadapi Cobaan Covid-19”.

Hadir sebagai penasihat KH Fais Ibrohim dan Ustaz Endri Sulityo selaku pemandu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nur Azizah.




Baca juga: Pemerintah Diharapkan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Ponpes

Baca juga: Syarat Pelaksanaan Pendidikan di Ponpes Saat Wabah

 

Pentingnya berprasangka baik
Covid-19
Ustaz Endri Sulistyo pengisi pengajian akbar online DPD LDII Sleman, Senin (10/8/2020)

Ustaz Endri Sulistyo menekankan kembali pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT selalu berada di sisi persangkaan seorang hamba kepada-Nya. Jika berprasangka baik, maka akan bermanfaat baginya. Namun sebaliknya, apabila berprasangka jelek, maka memberatkan bagi dirinya.

“Adanya pandemi Covid-19 ini merupakan ujian dari Allah. Selain rasa takut atau khawatir seperti keadaan sekarang ini, Allah juga mencoba dengan kelaparan, kekurangan beberapa harta, diri dan buah-buahan. Namun Allah akan selalu bersama hambanya. Untuk itu, ketika memiliki pemikiran, maka persangkaannya supaya yang baik. Cobaan ini dihadapi dengan sabar dan tawakal, disamping berusaha berobat sampai sembuh dan sehat,” jelas Ustaz Endri.

Bersabar atas segala sesuatu yang menimpa merupakan perkara yang harus ditetapi sesuai dengan nasihat Lukman Al Hakim kepada anaknya pada jaman dahulu. Cobaan ini untuk membuktikan kesungguhan iman, ketakwaan dan kesabaran orang iman sesuai QS. Ankabut (2-3), QS. Ali Imron (186), dan QS. Baqoroh (155).




Baca juga: Sejarah Manusia, Wabah Terjadi Rentang Waktu 100 tahun

Baca juga: Perilaku Manusia, Kunci Utama Pengendalian Pandemi Covid-19

 

Selain upaya-upaya tadi, warga masyarakat diminta pula untuk menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan minum suplemen bila diperlukan.

Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) agar membiasakan diri untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai petunjuk pemerintah seperti selalu memakai masker, menjaga jarak lebih dari 1 meter, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Apabila terpaksa berjabatan, maka agar sering mencuci tangan dan tidak perlu memaksakan diri untuk berangkat ke masjid bila merasa demam.




 Baca juga: Rentan Terhadap Wabah Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pondok Pesantren

Baca juga: Liga Futsal Polres Vol 2, Tim LDII Luwu Menang dengan Skor 6-2

 

Adapun warga masyarakat yang tertimpa musibah berupa kesulitan ekonomi, usahanya bangkrut, kekurangan pangan agar lebih berhemat dan bekerja keras (mujhid muzhid). Sambil berusaha mencari jalan keluar dan banyak berdoa agar diselamatkan dan mendapatkan pertolongan-Nya.

Kerukunan, kesetiakawanan, saling membantu untuk meringankan kesusahan sesama warga yang memerlukan pun perlu digerakkan.

Perbanyak syukur, sabar, dan tawakal

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, KH Fais Ibrohim meminta para jemaah supaya tetap bersyukur, bersabar, berprasangka baik, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.




Baca juga: LDII Gondokusuman Kurban Sapi Terbesar dengan Berat Lebih dari 1 ton

Baca juga: Lurah Baros: LDII Konsisten Bangun SDM Profesional Religius

 

“Mari terus memperbanyak syukur, senantiasa bersabar dan tawakal. Tetaplah berhati-hati, jangan meremehkan, namun tidak perlu gelisah, cemas, panik dan ketakutan,” pinta KH Fais Ibrohim.

Covid-19
Suasana salah satu pengajian akbar online DPD LDII Sleman di Depok Sleman, Senin (10/8/2020)

Dalam upaya mendekatkan diri, KH Fais Ibrohim mengajak ribuan jamaah pengajian untuk tertib dalam menunaikan ibadah wajib, memperbanyak dzikir, doa-doa perlindungan, dan ditetapkan dalam keimanan. Mempersungguh pula dalam berdoa pada waktu-waktu yang mustajab saat 1/3 malam yang akhir.

Bagi yang dicoba dengan sakit terkena Covid-19, bahkan hingga meninggal dunia, berarti mendapatkan keutamaan pahala sebagaimana orang yang mati syahid, karena meninggal dalam kondisi pagebluk (tho’un).




Baca juga: LDII Kepulauan Yapen Sembelih 12 Ekor Hewan Kurban

Baca juga: Buka CAI LDII, Kades Buriko Ajak Generasi Muda Bersinergi Bangun Desa

 

KH Faiz Ibrohim mengingatkan kembali bahwa kematian itu telah sesuai kehendak-Nya. Penyebabnya bermacam-macam sesuai QS. Al A’rof (34) dan QS. Nisa (78).

Untuk itu, kala mendengar berita kematian dengan awali dengan mengucapkan istirja’. Serta mendoakan kepadanya sebagai hamba yang mati syahid dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Kepada yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran. Aamiin.