Untuk membuat batik dibutuhkan krearifitas membuat sketsa dan pola di atas kain. Dilansir Kompas.com, berikut ini rangkuman materi tingkat SMA dan sederajat “Desain Batik Sesuai Zaman”.
Bahan Baku
- Kain Katun/Mori Ukuran kain umumnya 1,5 – 2,5 meter
- Malam
- Pewarna Batik
Alat-alat
- Canting
- Wajan Wadah Malam
- Gawangan
Proses pembuatan
- Buat pola garis untuk memudahkan pemotongan kain untuk dijahit menjadi baju.
- Proses awal membuat sketsa diatas kain, pola di buat menggunakan malam yang telah cair, canting digunakan untuk membuat motif batik.
- Selanjutnya merendam kain dengan air bersih selama satu malam.
- Berikutnya adalah proses pewarnaan, merendam kain dalam air yang telah dicampur dengan pewarna dengan cara dibolak-balik agar warna merata.
- Pada saat pewarnaan hanya bisa menggunakan satu warna saja untuk proses pewarnaan.
Baca juga: Sembilan Alasan Ketum IGI Minta Kemendikbud Geser Tahun Ajaran Baru ke Januari 2021
Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Matematika Garis dan Sudut SMP 14 Mei 2020
- Jika ingin batik dengan beragam warna maka dilakukan proses pewarnaan kembali dengan cara menjemurnya terlebih dahulu.
- Motif yang tidak ingin warnanya tercampur tersebut ditutup menggunakan malam lalu lakukan pewarnaan kembali.
- Terakhir campurkan cairan pengunci warna agar warna tidak mudah luntur.
- Setelah proses pewarnaan terakhir selesai selanjutnya adalah perebusan untuk melepas malam dengan merebus Kain di dalam air mendidih selama 15 menit, lalu diaduk beberapa kali agar malam yang menempel pada kain meleleh.
- Kemudian kain direndam dan dicuci menggunakan air bersih. Lalu Kain batik di jemur hingga kering.
Proses Pemasaran
- Pemasaran dapat dilakukan dengan menjual di butik pribadi dengan memajang display di depan toko agar pembeli penasaran dan masuk kedalam toko.
- Bisa juga dengan menjual batik pada toko grosir yang saat ini sangat marak berkembang di mana-mana.
- Selain itu pemasaran dilakukan dengan media online sebagai alat promosi maupun penjualan langsung atau toko online.












