Musibah dan kenikmatan satu mata uang yang memiliki dua sisi, yang membedakan antara kenikmatan dan penderitaan itu adalah pemilik iman. Penderitaan dan kenikmatan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Apabila ditimpa musibah maka dia akan sabar, apabila diuji dengan kenikmatan maka dia bersyukur. Namun masih kita temukan, banyak orang pintar bersyukur tapi tidak bisa bersabar demikian sebaliknya.
UMI dalam proses pendidikan yang dilakukan mengantarkan mahasiswa menjadi SDM yang memiliki keduanya. Karena orang yang dididik hanya memiliki salah satunya, seperti menjadi penikmat, maka dia akan gagal berhadapan dengan musibah mereka pintar tapi tidak cerdas menghadapi musbiah, demikian sebaliknya. Meskipun dia pintar menghadapi musibah tapi tidak memiliki inovasi dan kreatifitas untuk meriah kenikmatan.
Sabar dan syukur merupakan dua sayap kehidupan manusia. Keduanya akan membuat manusia selalu terbang setiap hari menghadap Tuhannya, Allah SWT yang dicintainya. Pemilik sayap tidak akan bisa terbang, manakala ada salah satu sayapnya tidak berfungsi. Karena kedua sayap aktif tersebut, mengangkat martabat kemanusiaan menghadap khaliknya. “Karena itu, melahirkan SDM unggul dan berkualitas di masa depan, harus memiliki kedua sayap tersebut, sabar dan syukur yang terpatri dalam qalbunya,” ujar Prof Nasaruddin.
Baca juga: AMSA FK UMI Gelar Silaturrahim dan Amaliah Ramadhan 1441H
Baca juga: Konsepsi Pendidikan Karakter Menteri Nadiem Telah Terlaksana di UMI Selama 20 Tahun
Puisi berjudul Kehadiran Covid-19 di Mataku
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan sambutan Dekan Fakultas Kedokteran UMI, dan Rektor UMI. Selanjutnya MC meminta Ketua Pembina dan Ketua Pengurus untuk berbicara. Dalam komentarnya, Prof Mansur Ramly sebagai Ketua Pembina YW-UMI, Dr H M Mochtar Nurjaya sebagai ketua YW-UMI, dan Prof Basri M, Rektor UMI, sangat mendukung kegiatan ini dan berharap Fakultas Kedokteran UMI mampu mengembangkan pendidikan lebih baik lagi kedepannya.
Kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pengurus Yayasan, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA membacakan puisi berjudul Kehadiran Covid-19 di Mataku. Sementara itu, Koordinator Tim Acara yang juga Wakil Dekan I FK UMI, Dr dr Nasrudin MKes MARS SpOG mengatakan acara ini luar biasa, ditengah persiapan singkat kita bisa melaksanakan acara ini dengan sukses. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia, Unit Production House (UPH) FK UMI. “Insya Allah akan banyak kegiatan-kegiatan kedepannya terutama via sistem daring di masa pandemi ini,” tutupnya.












