Pandemi Corona, Bagaimana Ketahanan Pangan di Indonesia?

Ketahanan pangan
Foto: Ilsutrasi produk pertanian (sumber: sahabatpegadaian.com)

Ada juga upaya jangka panjang yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, membuat visi baru pertanian Indonesia. Kedua, menghidupkan kembali lumbung pangan yang dikelola masyarakat dan desentralisasi penyediaan pangan nasional. Ketiga, bangun sistem pangan lokal yang terintegrasi dan segera siapkan skema pemotongan rantai pasok dan distribusi yang panjang.

Keempat, laksanakan amanat UU No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk mewujudkan kawasan pertanian pangan agro ekologis dengan pengusaan lahan per RTP minimal 2 hektar, dan integrasi dari on farm – off farm. Dengan begitu, petani menikmati nilai tambah dan pangan olahan segar berkualitas.

Harusnya aman

Lahan pertanian pangan yang menghidupi 91,91 juta petani hanya bertambah 2,96 persen, berbading jauh dengan lahan perkebunan yang bertambah 144 persen yang dimiliki sedikit orang. “Terjadi penurunan Rumah Tangga Pertanian [RTP] dari 31,170 juta [2003] menjadi 26,126 juta [2013]. Atau, hilangnya 5 juta RTP,” katanya. Berdasarkan data tahun 2013, kondisi luas lahan yang dimiliki petani juga belum beranjak dari luas 0,2 hektar per RTP. Luas lahan petani berkisar 1.000 – 2.000 meter persegi. Bahkan masih sering ditemui petani dengan luas lahan 500 meter persegi.

Baca juga: Airy Room Gulung Tikar, OYO Tetap Bertahan di Tengah Kondisi Sulit

Baca juga: Rupiah Berhasil Pukul Mundur Dolar Amerika Serikat

 

“Rantai pasokan makanan yang aman ini sebenarnya dijamin 26,125 juta RTP tersebut, yang produksinya selama ini memberi makan warga di banyak desa dan kota. Atau, memberi makan seluruh rakyat Indonesia,” kata Azwar.

Dengan kata lain, lanjutnya, Indonesia penuh dengan produsen makanan skala kecil yang menawarkan solusi siap pakai untuk masalah-masalah yang mengkhawatirkan. Atau, memiliki makanan lokal yang sehat dan tidak bergantung pada rantai pasokan panjang yang berisiko terkena dampak drastis pandemi corona ini.

Kedaulatan pangan

Namun, lanjutnya, dalam kebijakan pertanian atau ekonomi, pertanian yang harus fokus memberi makan populasi kita sebenarnya tunduk pada kepentingan globalisasi dan pasar internasional. Akibatnya, suplai makanan dan kedaulatan pangan dipertanyakan dan berisiko.

Kebijakan-kebijakan ini…