UMI lembaga pendidikan dan dakwah yang qurani
Kata Prof Mansyur Ramli, melanjutkan, sebagai jamaah yamg masih memperingati Nuzulul Quran patut bersyukur karena ide-ide yang baik dari pendahulu ternyata memberikan pengetahuan dan kebudayaan yang baik, serta terus terjaga.
“Alhamdulillah tampak orang Indonesia itu paling kreatif dalam membangun semangat keislaman. Di Indonesia diperingati, sedang di beberapa tempat tidak dikenal (peringatan Nuzulul Quran). Meski di tempat lain nda ada, seperti halal bi halal. Jadi Alquran ini bisa tersampaikan,” tutup Prof Mansyur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI KH Mokhtar Noer Jaya menyebutkan, UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah tetap menghidupkan tradisi dan kebudayaan kampus yang Qurani.
Baca juga: Pesantren Ramadhan Virtual UMI: Hikmah Nuzul Alquran
Baca juga: Pesantren Ramadan Virtual UMI: Tanda-tanda dan Cara Meraih Lailatul Qadr
“UMI yang Islamis menjadi corong kehidupan Qurani. Di tengah Corona, penting mentadabburi Quran agar menguatkan jiwa kita semua,” papar Mokhtar Noer Jaya.
“Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT agar mampu melewati corona dan kita semua kembali beraktifitas seperti sedia kala,” tutup Mokhtar Noer Jaya.












