Banjir Klaim JHT Korban PHK, BP Jamsostek Malah WFH

JHT
Foto: BPJS Ketenagakerjaan
BP Jamsostek didesak untuk mereformulasi kebijakan

Menurut Sri Meliyana, justru saat wabah pandemi Covid-19, terjadi PHK dimana-mana terhadap pekerja. BP Jamsostek jangan berpikir sempit hanya untuk internalnya sendiri.

“Awal triwulan I saja sudah 620 an ribu pekerja yang ajukan klaim JHT, ke depan diprediksi akan bertambah lagi klaim JHT korban PHK.  Mereka butuh uang JHT sebagai hak pekerja selama pakai sistem online saja bermasalah.  Pendaftaran online selalu penuh, macet, jangan persulit pekerja untuk itu. Pembayaran JHT pekerja yang diterima pun justru masih kurang selama hadapi Covid-19 bahkan hadapi ancaman krisis kebutuhan pokok, dimana empati dan tanggung jawab jajaran direksi BP Jamsostek,” katanya.

Ia menegaskan bahwa BP Jamsostek harus mereformulasi kebijakan untuk menjalankan tanggung jawab sosial bagi para pekerja yang menjadi pesertanya.  Bantuan yang digalang pihak BP Jamsostek dari kalangan karyawannya memang sedikit membantu tapi itu bukan bersifat kelembagaan dan sedikit sekali. Tidak sebanding dengan jumlah pesertanya yang capai puluhan juta dan dana jamsos yang dikelolanya sejumlah Rp 431 triliun itu.

“Kami mendesak agar BP Jamsostek mereformulasi kebijakan yang bisa membantu maksimal pekerja khusus korban PHK dan terdampak Covid-19.  Jangan hanya andalkan bantuan hasil sumbangan karyawan BP Jamsostek. Buat kebijakan kelembagaan yang bertanggung jawab secara sosial jangan hanya bisa ambil iuran peserta, revisi biaya kegiatan yang tidak perlu alihkan untuk membantu pekerja yang terdampak Covid-19,” katanya.

Wagiyanto mewakili kelompok pekerja mengatakan bahwa klaim JHT via online membuat pekerja harus merogoh kocek lagi urus dokumen-dokumen klaim dengan scanning dan daftar online, pekerja masih banyak yang gagap teknologi. “Lapak Asik online BP Jamsostek membingungkan pekerja dalam urus klaim JHT. Tidak ada sosialisasi dan edukasi ke pekerja, tolong agar pelayanan dipermudah, sikon normal sebelum Corona saja sering bermasalah apalagi hanya andalkan online,” katanya.

BP Jamsostek tidak boleh terapkan…