LINES.id – Pemerintah Republik Indonesia terus mengantisipasi penyebaran virus corona. Pemerintah meminta masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah, para pekerja diperintahkan bekerja di rumah dan sekolah diliburkan.
Yang terkini adalah adanya larangan mudik lebih awal. Beberapa Kepala Daerah bahkan telah berinisiatif membatasi jalur keluar masuk warga di wilayahnya.
“Sehubungan dengan musibah penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta warga LDII terus mengantisipasi penyebaran virus corona. Yakni dengan memperkuat doa agar terus dijaga oleh Allah dan berpola hidup sehat,” ujar Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam.
Musibah sebagai sarana refleksi diri
DPP LDII mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan sistem belajar dari rumah bagi para siswa. Abdullah Syam mengapresiasi sekolah-sekolah di lingkungan LDII yang telah mengikuti anjuran pemerintah.
Syam juga meminta agar seluruh orangtua memperhatikan dan mengikuti ketentuan belajar di rumah sebagaimana petunjuk Dinas Pendidikan atau sekolah setempat, sesuai dengan kurikulum yang diberikan oleh guru kelas masing-masing.
“Semoga musibah ini cepat berlalu, dan kehidupan bangsa Indonesia kembali berjalan dengan normal. Saya mendoakan segenap bangsa Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, selalu dilindungi Allah, diberi kekuatan dan kesabaran,” imbuh Abdullah Syam.
Baca juga: Hari Kesehatan Internasional,Ombudsman: Terima Kasih buat Tenaga Medis dan Relawan Kesehatan
Baca juga: Pertama Dalam Sejarah, JBI FBS UNM Laksanakan Seminar Proposal Online
Ia meyakini, cobaan wabah penyakit bisa dilewati bangsa Indonesia dengan baik. Momentum musibah dan cobaan ini menjadi sarana refleksi diri bagi para pemimpin dan rakyat Indonesia, untuk menjadi insan yang lebih baik.
Untuk menjadikan bangsa dan negara Indonesia yang lebih maju dan beradab. Menindaklanjuti instruksi DPP LDII, kegiatan pembersihan sarana ibadah dan pendidikan di majelis taklim dan sekolah-sekolah di lingkungan LDII telah secara bertahap dilakukan oleh pengurus setempat.
Mulai dari Jakarta yang disebut sebagai epicentrum COVID-19 di Indonesia hingga ke di provinsi Nusa Tenggara Timur. Di beberapa wilayah, pengurus setempat membantu mengkampanyekan seruan Pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Virus COVID-19.
LDII Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Menurut Abdullah Syam, perilaku hidup sehat harus dilaksanakan setiap individu, lingkungan keluarga dan aktif mengkampanyekan pada komunitas dan lingkungan. Antara lain dengan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, yang dibasuh dengan air mengalir.
Abdullah Syam juga meminta warga LDII beristirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga keseimbangan gizi, minum air putih yang cukup serta menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga yang cukup dan rutin.

DPP LDII meminta seluruh jajarannya mendukung serta mengikuti arahan dan petunjuk Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan dengan konsentrasi massa dan tidak memaksa mudik lebih awal.
Abdullah Syam juga meminta, setiap warga LDII tidak terpancing menyebarluaskan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoaks). Serta menghindari perilaku konsumtif berlebihan (panic buying).
Baca juga: LDII Lamongan Gencarkan ‘Pray From Home’ Wujud Tindak Lanjut Maklumat Pemkab Lamongan
Baca juga: Kabar Baik, Andrea Dian Sembuh dari Corona
Ia juga meminta DPW, DPD, PC dan PAC serta pengurus Pondok-Pondok Pesantren, DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan Majelis Taklim di lingkungan LDII, agar menyediakan peralatan kebersihan yang memadai. Seperti sabun cair, hand sanitizer di masjid, musala, dan tempat-tempat kegiatan LDII. Serta mengusahakan ketersediaan masker khusus bagi tamu yang sedang flu, bila ke pondok pesantren atau ke wisma tamu.
“Warga LDII di manapun harus bergotong royong membersihkan masjid dan sarana ibadah lainnya. Melakukan penyemprotan dengan disinfektan di lingkungan sarana ibadah dan menggulung karpet. Serta membersihkan lantai masjid, musala, dan tempat kegiatan secara berkala,” imbuh Abdullah Syam. [RB/Lines]












