MAKASSAR, LINES.id – Program Studi Sastra Inggris FBS UNM mengadakan Workshop Penulisan Karya Ilmiah, di Ruang Senat FBS UNM, Jumat (13/3/2020).
Kegiatan workshop tersebut dihadiri oleh dosen bahasa Inggris dan pejabat jurusan FBS UNM, pengelola jurnal dan mahasiswa Prodi Sastra Inggris FBS UNM.
Prof Dr Syukur Saud MPd, yang juga Dekan FBS UNM menyambut baik workshop ini sebagai pembuka jalan bagi program studi lain untuk melakukan workshop terkait. Publikasi ilmiah menjadi syarat wajib bagi mahasiswa untuk lulus menjadi sarjana. Prof Syukur Saud menegaskan bahwa publikasi menjadi bagian penting bagi mahasiswa.
Samtidar SPd MEd Ed D selaku Ketua Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM memberikan apresiasi yang tinggi. Khususnya kepada Kaprodi dan dosen Program Studi Sastra Inggris atas terselenggaranya kegiatan ini. Samtidar berharap hal yang sama juga dilakukan oleh program studi lain di Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM.
Pentingnya publikasi ilmiah
Prof Hj Murni Mahmud, SPd MHum PhD selaku Ketua Program Studi Sastra Inggris nengatakan bahwa workshop ini dilakukan agar penelitian para mahasiswa dapat dipublikasikan. “Itulah perlunya ada workshop untuk melatih mahasiswa membuat artikel yang dibuat dari skripsi mereka,” ucapnya.
Dalam workshop tersebut dibahas the body of the article mulai dari bagaimana membuat judul yang menarik. Demikian halnya dengan kriteria abstrak yang baik, yang mengandung move structure dari sebuah abstrak karya ilmiah. Selanjutnya dibahas tentang latar belakang, rumusan masalah, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan kesimpulan.
Prof Dr Sukardi Weda yang juga salah seorang dosen pada Program Studi Sastra Inggris FBS UNM menilai bahwa workshop penulisan artikel ilmiah ini merupakan langkah cerdas yang dilakukan oleh Kaprodi Sastra Inggris FBS UNM.
Sukardi Weda menambahkan bahwa salah satu kegiatan yang dapat mengantarkan sebuah perguruan tinggi sejajar dengan PT yang memiliki kinerja unggul adalah publikasi ilmiah. Publikasi pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, WoS, dan lembaga indeks lainnya. “Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus dijadikan best practice,” harap Sukardi Weda yang juga WD 3 FBS UNM.












