Aktif di Perkuliahan dan Organisasi Mengantarkannya Menjadi Lulusan Terbaik Ketiga UGM

Kristin Banyu Risang Hobo saat memberikan sambutan sebagai lulusan terbaik Fakultas Kehutanan UGM

SLEMAN, LINES.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan wisuda program Sarjana periode II TA 2019/2020 di Grha Sabha Pramana pada Rabu, (19/2/2020). Pada wisuda kali ini nilai IPK tertinggi ke tiga diraih Kristin Banyu Risang Hobo yang juga menjadi lulusan dengan nilai IPK tertinggi di Fakultas Kehutanan UGM.

Hobo, panggilan akrabnya merupakan lulusan dengan IPK tertinggi fakultas yaitu 3.95 sekaligus tertinggi Program Studi Kehutanan Minat Konservasi Sumberdaya Hutan.

Hobo dan Fakultas Kehutanan UGM

“Fakultas Kehutanan UGM merupakan salah satu fakultas yang menantang,” ungkap Hobo saat diwawancarai Dosen Fakultas Kehutanan UGM Atus Syahbudin SHut MAgr PhD.

Hobo menambahkan, Fakultas Kehutanan juga mengajak saya untuk menjadi lebih baik lagi, baik itu lebih sabar, lebih berpikir kritis dan lebih aktif.

“Karena disini juga saya belajar menjadi mahasiswa yang bisa memimpin, tidak hanya dipimpin,” tambahnya. Dari situ pula ia belajar untuk bisa berbicara dimuka umum, karena sebelumnya selama pendidikan di sekolah tidak pernah berbicara dimuka umum.

Kesan yang kedua, menurut Hobo, selain belajar mahasiswa juga bermain karena selain di kelas mahasiswa mempunyai banyak kegiatan praktik di lapangan.

“Itu semua menjadi bekal yang berarti bagi saya karena kita selain dilatih untuk berpikir, kita juga dilatih untuk bergerak dan mengamati semua yang ada di sekitar kita,” imbuhnya.

Hobo (paling kiri) bersama wisudawan Fakultas Kehutanan UGM
Kuliah dan Organisasi

Strategi belajar Hobo ketika mengikuti perkuliahan adalah selalu mencatat apa yang disampaikan dosen dan catatan itu menjadi bekalnya ketika akan menjalankan ujian ataupun kuis.

Selain itu ia juga selalu hadir di kelas. “Kapan pun itu, bahkan sakit sekalipun, kalau saya masih bisa berjalan saya akan hadir di kelas,” ucap Hobo.

Tidak hanya aktif saat perkuliahan, Hobo juga aktif mengikuti organisasi. Kegiatannya yang paling sibuk adalah ketika ia menjabat sebagai Ketua Forestation selama satu tahun periode.

Hobo juga pernah mengikuti International Forestry Students Association (IFSA) di semester awal.

“Dalam menjalani aktivitas akademik maupun diluar akademik itu yang penting kita bisa fokus, kalau itu urusan matakuliah, kalau harus belajar ya belajar saja,” terangnya.

Biasanya ia menggunakan waktu malam hari untuk belajar. Pagi sampai pukul 10 malam ia fokuskan untuk organisasi. Forestation merupakan organisasi himpunan minat, walaupun berorganisasi mahasiswa sekaligus bisa belajar.

“Karena memang forestation itu menuntut totalitas dan saya benar-benar harus berada disitu,” pungkas Hobo.