SAMBOJA, LINES.id – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Samboja audiensi dengan Camat Samboja Ahmad Nurkhalis SSos MSi yang baru dilantik November 2019 yang lalu di sela kunjungan di Sekretariat LDII Jalan Karya Bakti RT 5 Kelurahan Wonotirto Samboja, Sabtu (1/2/2020) lalu.
Ketua PC LDII Kecamatan Samboja Subliansyah, menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan balasan dan silaturahmi yang telah terbina dengan baik. “Alhamdulillah, Pak Ahmad selaku Camat hadir di tengah-tengah kita di sela kesibukan masing-masing. Semoga dengan kunjungan dan silaturahmi ini, Allah paring manfaat dan barokah,” tutur Subliansyah.
Pada pertemuan tersebut pengurus LDII setempat memberikan usulan agar pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas pengelolaan limbah bagi pengrajin tahu tempe.
Sekretaris PC LDII Samboja Hanif Syaifuddin, mengatakan bahwa banyak keluhan warga mengenai pencemaran limbah yang mengganggu masyarakat sekitar terutama aroma limbah tahu dan tempe. “Oleh karena itu, kami menganggap perlunya dibuatkan sentralisasi pengelolaan limbah sehingga tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Atas usulan tersebut, Ahmad mendukung dan akan membantu merealisasikan baik dengan bantuan pemerintah maupun melalui perusahaan dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) yang berada di wilayah Samboja. “Apalagi kelurahan Wonotirto menjadi Centra Industri Tahu Tempe yang dikukuhkan Perindagkop kabupaten Kutai Kartanegara,” tutur Hanif.
Selain itu, Ahmad sangat berterima kasih dengan keberadaan LDII di Samboja karena mampu menjaga dan membina kerukunan antar umat beragama.
Camat Samboja Ajak Hidup Sehat
Ahmad juga mengajak warga LDII terus menerapkan gaya hidup sehat mengingat tingginya kasus stunting pada ibu dan anak.
Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.
“Kami juga berharap anak-anak bebas dari asap rokok. Alhamdulillah, di sini kami warga LDII tidak ada yang merokok,” tutur Hanif.
“LDII berkomitmen menerapkan rumus 3K, yakni Karya Kontribusi dan Komunikasi. Insyaallah dengan rumus ini, kita akan menjaga dan membina hubungan masyarakat dengan baik,” tutup Hanif.












