YOGYAKARTA, LINES.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) X MUI DIY secara daring, Sabtu (4/12/2021). Musda X MUI DIY diigelar daring dan luring yang dipusatkan di Aula Gedung DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara No. 133, Yogyakarta. Peserta luring dihadiri pengurus MUI Pusat di antaranya Ketua Prof Dr KH Noor Achmad MA dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) H Arif Fahrudin MAg.
Tururt hadir Gubernur DIY yang diwakili Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY H Djarot Margiantoro STP MSc, Kakanwil Kemenag DIY yang diwakili Kabid Penaiszawa Dr H Sigit Warsito MA, Kepala Badan Kesbangpol DIY yang diwakili Sekretaris Dra Ani Srimulyani, pengurus MUI kabupaten/kota se-DIY, PW Nahdlatul Ulama DIY, dan PW Muhammadiyah DIY.
Sementara peserta daring terdiri dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY, LDII DIY, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DIY, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY, dan pengurus ormas Islam se-DIY. Dari LDII, hadir secara daring Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin SHut MAgr PhD dan pengurus DPW LDII DIY sekaligus Anggota Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan Umat MUI DIY Drs H R Surono.
Dalam kesempatan tersebut, LDII mengapresiasi kinerja Dewan Pimpinan MUI DIY lima tahun terakhir. “Alhamdulillaah, LDII DIY mengapresiasi kinerja Dewan Pimpinan MUI DIY khususnya di dalam membina dan mengayomi umat Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teriring doa, semoga Allah memberikan kepada seluruh pengurus MUI DIY senantiasa sehat, berhasil, dan barokah,” ungkap Atus.
LDII DIY berterima kasih pula atas doa restu dan kehadiran Dewan Pimpinan MUI DIY dalam kegiatan LDII se-DIY, “Wabil khusus peresmian Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) LDII DIY tahun 2017, Silaturahim Pembina Nasional (Silbinas) tahun 2019, dan launching Hari Menanam Pohon Indonesia 2021 oleh DPP LDII,” imbuhnya.
Baca juga: Rakerda LDII Tabanan, FKUB: LDII Miliki Program Kegiatan yang Bagus
Sementara itu, Ketua Umum MUI DIY Drs KH Thaha Abdurrahman dalam sambutannya berharap DIY menjadi daerah istimewa dalam wujud Serambi Mekah. “Saya berharap DIY menjadi daerah istimewa yang diwujudkan dengan keistimewaan DIY sebagai Serambi Mekah, berupa (membangun) masjid, kantor MUI, Islamic center, shopping center, olahraga center, kesenian center, dan lainnya,” tuturnya.
Gubernur DIY yang diwakili Kabiro Bina Mental Spiritual Setda DIY H Djarot Margiantoro dalam sambutan tertulisnya, menandaskan bahwa terbentuknya MUI sebagai lembaga yang identik dengan tugasnya memberikan fatwa dapat digolongkan sebagai upaya negara untuk mengkompromikan hukum sekuler dan hukum syariat pada waktu bersama.
Baca juga: Ketum LDII: Tanam Pohon Sebagai Jariyah, Sumber Penghidupan dan Kehidupan
MUI sangat berperan dan dibutuhkan umat Islam Indonesia. Fatwa MUI menjadi rujukan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan rakyat. “Fatwa MUI banyak menjadi acuan, misalnya dalam ibadah shalat Jumat, shalat Idul Fitri, ibadah ramadhan, Idul Adha, dan tata cara ibadah lainnya,” tuturnya.
Berdasarkan hasil Musda X MUI DIY, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr KH Machasin MA terpilih menjadi Ketua Umun MUI DIY.
Prof Machasin saat ini juga menjabat salah satu Rois Syuriah PBNU. Sebelum pensiun menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Staf Ahli Menteri Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam pada Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia dan pernah menjadi Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.












