Persiapan Masuk Perguruan Tinggi, SMABU Gelar Webinar Expo Campus 2020

Expo Campus
Webinar Expo Campus 2020, "Mempersiapkan Diri Demi Masa Depan", Kamis (17/12/2020).

“Faktanya, banyak siswa memilih jurusan hanya berdasarkan referensi teman terdekatnya dan mengubur potensi yang ada pada dirinya, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut Aku Pintar hadir sebagai solusi,” kata Lutvianto.

Melalui sebuah teknologi, Aku Pintar hadir untuk mendeteksi bakat, minat dan jati diri serta banyak fitur-fitur yang ditawarkan pada aplikasi ini. “Misalnya soal-soal latihan masuk ke perguruan tinggi, forum untuk belajar bersama dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

“Kini Aku Pintar hadir dengan berbagai fitur yang disediakan secara gratis dan fitur utamanya yaitu mengenalkan minat, potensi, dan kemampuan para siswa melalui psikotes maupun konseling bersama psikolog. Serta masih banyak  fitur yang siap menunjang kemampuan para siswa-siswa dalam menghadapi seputar permasalahan kuliah,” tambah Lutvianto.

Tips Masuk Perguruan Tinggi

Sementara itu, alumni SMA Budi Utomo yang juga alumni Telecommunication Engineering PENS-ITS 2016-2020 Iqbal Hanif STrT turut hadir memberikan materi “Macam-macam Jalur Masuk PTN, Kedinasan, Politeknik, serta Tips dan Trik Diterima di Perguruan Tinggi”.

“Diperlukan dua senjata hidup agar diterima di perguruan tinggi yaitu usaha secara fisik dengan rajin belajar, rajin latihan, disiplin, serta usaha secara spiritual,” ungkap Iqbal.

Baca juga: UMI Raih Penghargaan PTS Terbaik se-Sulawesi Tahun 2020

Baca juga: Hasil Modal Nekat, Jadi Narasumber Kick Andy

 

Selain itu, terdapat dua jalur untuk masuk Perguruan Tinggi yaitu Politeknik dan Universitas. Perbedaannya, kata Iqbal, Politeknik lebih mengarah pada praktik/ilmu terapan sedangkan universitas sebaliknya.

“Guna mengikuti di antara dua jalur tersebut, telah diurus oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),  yaitu lembaga yang menyelenggarakan tes masuk Perguruan Tinggi bagi calon mahasiswa baru baik melalui SBMPTN, SNMPTN, maupun jalur mandiri,” katanya.

Sarjana Mubaligh, Mubaligh Sarjana

Narasumber selanjutnya yakni Dawan Abdul Aziz SPd alumni SMA Budi Utomo tahun 2012, juga alumni Universitas Negeri Malang. Dawan memaparkan tentang “Zonasi Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), Gaya Hidup dan Menjadi Ustaz yang Baik di PPM”.

“Jadilah Sarjana yang Mubaligh, Mubaligh yang Sarjana,” katanya.

Dawan menambahkan, PPM memberi solusi untuk mencapai cita-cita tersebut. “Lalu mengapa harus memilih PPM? PPM menjadi solusi bersama karena dengan menjadi santri PPM, menjadikan diri lebih terjaga dari sisi agama, bisa berbagi ilmu melalui kegiatan belajar mengajar, biaya lebih terjangkau,  dan lainnya,” kata Dawan. (TD/LINES)