Pilpres AS, Harga Emas Dunia Diramal Ambles Lagi

Ilustrasi Emas (Foto: kompas.com)

Namun menurut Ghali, pasar sebetulnya sudah memperhitungkan (price in) adanya dukungan bagi Biden, lewat aksi yang disebut Blue Wave, alias Gelombang Biru.

“Selama beberapa minggu terakhir, pasar telah price-in adanya Gelombang Biru. Itu adalah kemenangan bagi pihak Demokrat untuk kursi presiden dan senat. Risiko, terutama untuk emas, adalah emas akan menjadi sesuatu yang diperebutkan. Dan itu mungkin benar untuk pasar global,” kata Ghali.

“Dan saat kita menuju beberapa hari terakhir sebelum pemilihan, ada ketakutan akan skenario tipe 2016, di mana peluang pasar yang berlaku ialah emas akan tergelincir dengan sangat cepat.”

“Tentu ada risiko melakukan kesalahan pada hari pemilihan, dan itu mengarah pada keyakinan yang rendah. Dan sebagai hasilnya, kami melihat volatilitas yang lebih tinggi pada emas,” kata Ghali.

Pialang komoditas senior RJO Futures yang berbasis di Chicago, Bob Haberkorn, menambahkan bahwa jika aksi jual di pasar saham menjadi lebih buruk, harga emas mungkin akan terus turun dan menguji level US$ 1.850-1.855/troy ons terlebih dahulu dan kemudian turun lagi ke US$ 1.825/troy ons.