News, Opini  

Pj Ketum LDII: Ormas Menyambut Indonesia Emas

Ormas LDII
Pj Ketua Umum DPP LDII Ir KH Chriswanto Santoso MSc.

 Sebab, konflik-konflik saat ini dan pada masa depan, menurut Geof Hischock dalam bukunya Earth Wars: The Battle for Global Resources, berkutat pada penguasaan pangan, air, energi, dan logam. Rempah rempah bukan lagi isu strategis seperti pada masa lalu.

Kemandirian Bangsa

Untuk itu, kemandirian bangsa pada masa depan ditujukan kepada kemampuan mengelola pangan, air, energi, dan logam. Tujuannya, agar tidak dikuasai atau dikelola seluruhnya oleh negara lain.

Organisasi masyarakat (Ormas) Islam, dalam kemandirian bangsa tersebut, juga harus menyediakan kaderkader mereka untuk menyambut Indonesia emas. Pada masa depan, umat Islam masih menjadi mayoritas dan kian memegang peranan penting.

Akan tetapi, bila ormas Islam mengabaikan pendidikan, pelatihan, dan kaderisasi, dikhawatirkan generasi muda muslim akan mengalami dekadensi, bahkan tercerabut akarnya dari nilai-nilai Islam. Implikasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa didasari dengan iman, akan mengakibatkan kerusakan terhadap umat manusia.




Baca juga: Bina Generasi Profesional Religius, LDII Kotabaru Gelar Ikhtibar Usia Dini

Baca juga: Ketua Umum MUI Lampung: MUI dan LDII Saling Kerja Sama Membina Umat

 

Sebagai salah satu ormas Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) fokus membangun sumber daya manusia (SDM) yang profesional religius sejak Musyawarah Nasional (Munas) VII pada 2011. Generasi yang profesional religius, merupakan SDM yang memiliki ciri alim-faqih (memiliki ilmu pengetahuan agama dan mempraktikkannya), berakhlak mulia, dan mandiri.

Sejak 1972, gerak LDII sebagai lembaga dakwah — sebagaimana juga dilaksanakan ormas-ormas lainnya — adalah membangun jasmani dan rohani masyarakat. Program prioritas ormas-ormas Islam berupa pendidikan dan pelatihan pada bidang agama dan kebangsaan diharapkan melahirkan SDM yang memiliki iman dan takwa yang kuat sebagai sandaran moral.

Mereka juga memiliki rasa cinta Tanah Air yang besar karena telah dibekali dengan wawasan kebangsaan. Memadukan pendidikan formal dan pesantren, menjadi harapan ormas Islam dalam melahirkan generasi yang qurani. Harapannya, generasi masa depan umat Islam di Indonesia adalah generasi yang profesional karena pendidikan.

Sementara dalam hal moral, mereka memiliki kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) yang bagus. Mereka memiliki kecerdasan emosional karena terlatih untuk bersabar, dalam mempelajari Alquran dan Al Hadits.

Memadukan pendidikan formal dan agama itu, pada dasarnya akan melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual atau intelligence quotient (IQ), kecerdasan emosional atau EQ, kecerdasan spiritual atau spiritual quotient (SQ), dan ketahanan atau adversity quotient (AQ).

AQ berperan besar terhadap individu, ketika mereka menghadapi masalah. Keempat kecerdasan tersebut saling kait-mengait, dan secara otomatis dapat dibentuk dalam pesantren- pesantren yang juga memiliki sekolah-sekolah formal.

 

Penjabat Ketua Umum DPP LDII, Ir KH Chriswanto Santoso MSc