SEMARANG, LINES.id – Persinas ASAD kota Semarang menggelar Kejuaraan Kota (Kejurkot) tahun 2020 secara virtual dan offline, Minggu (20/9/2020). Pelaksanaan virtual dan offline tersebut mengingat masih berlangsung pandemi Covid-19, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Dilansir suaramerdeka.com, Kejurkot Persinas ASAD secara offline dilaksanakan di Gedung Al Barakah, komplek Masjid Al Wali, Ketileng, Kota Semarang. Ketua Panitia Kejurkot Persinas ASAD Virtual, M Yenuarso mengatakan, kejuaraan diikuti 288 peserta. “Mereka dari 16 pimpinan cabang tingkat kecamatan yang telah melakukan babak penyisihan secara virtual dimulai minggu kemarin,” katanya.
”Ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu usia dini, pra remaja dan dewasa dengan di dampingi sekitar 50 pelatih. Kegiatan ini juga merupakan upaya mencetak atlet pencak silat yang berprestasi dari Kota Semarang. Seperti yang sudah terbukti di Asean Games 2018 atlet Persinas ASAD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Abdul Malik meraih medali emas dan mendapatkan bonus Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.
Baca juga: Festival Pencak Silat, Persinas ASAD Kabupaten Soppeng Raih Juara III
Baca juga: Hadiri Undangan, Persinas ASAD Tampil di Korem 172 Praja Wira Yakthi Jayapura
Sementara itu, guru besar Persinas ASAD Kota Semarang, KH Abdullah Karim Sutopo mengingatkan bahwa filosofi berjiwa besar jadi pendekar, berbudi luhur sesuai dengan nasihat leluhur terus dijunjung dalam rangka melestarikan budaya persaudaraan silat LDII.
”Generasi muda sebagai generasi penerus harus diarahkan supaya mempunyai pijakan. Mempunyai sifat alim dan fakih serta mandiri yang mempunyai kemampuan berdaya juang. Intinya pembinaan generasi penerus ke depan, adalah generasi unggulan di dalam membina kehidupan berbangsa bernegara,” ujar KH Abdullah Karim.
Wali Kota Semarang Dinobatkan sebagai Anggota Kehormatan Persinas ASAD

Bersamaan dengan Kejurkot Persinas ASAD, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Semarang memberikan penghargaan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebagai Anggota Kehormatan Persinas ASAD dengan pemakaian sabuk merah. Selain itu wali kota juga menerima cindera mata berupa golok oleh guru besar pencak silat Persinas Asad, KH Abdullah Karim Sutopo.
Baca juga: Persinas ASAD Bali Hadiri Komsos Kreatif Kodam IX Udayana TA 2020
Baca juga: Sosialisasi Hasil Rapimnas 2020, Persinas ASAD DIY Persiapkan Atlet Menuju Kejurnas
Ketua DPD LDII Kota Semarang, Suhindoyo menuturkan, pemberian penghargaan sebagai anggota kehormatan ini karena Wali Kota Hendrar Prihadi dinilai mampu sebagai pembina olahraga berprestasi tingkat nasional.
”Pak wali merupakan sosok yang sangat memperhatikan perkembangan kegiatan olahraga. Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan pemerintah kepada beliau,” kata Suhindoyo yang juga sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Semarang.
Dengan demikian, lanjut Suhindoyo, Kota Semarang yang mempunyai slogan Semarang Hebat berharap kedepan juga semakin baik. ”Kedepan Kota Semarang tidak hanya Semarang Hebat saja namun juga mempunyai visi yang sama dengan pencak silat Persinas ASAD yakni, Ampuh, Sehat, Aman dan Damai,” katanya.
Baca juga: Asah Keterampilan, Persinas ASAD Soppeng Aktif Latihan
Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19, Rapimnas Persinas ASAD Dilaksanakan Secara Daring
Setelah resmi sebagai anggota kehormatan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sangat mengapresiasi dilaksanakannya Kejurkot Persinas ASAD. Apalagi penyelenggaraanya secara virtual dan offline dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
“Apa yang sudah dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga dalam mengatur kegiatan berolahraga di masa pandemi sangat bagus. Dengan sabar Pak Hin -Suhindoyo mewanti-wanti agar jangan melakukan kegiatan olahraga dulu. Lalu, dibuka sedikit demi sedikit dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” terang Hendi sapaan akrabnya.
Oleh sebab itu Hendi sangat berterimakasih dengan pengaturan aktivitas olahraga di Semarang yang sejuk, dan kondusif. Pihaknya terus mengingatkan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, sebagai upaya untuk menghindari penularan virus.












