Kulonprogo, Dari Tidak Dikenal Hingga Mendunia

  • Bagikan
Pemkab Kulonprogo meraih delapan kategori Penghargaan Anugerah Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY 2019.

KULONPROGO, LINES.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kabupaten Kulonprogo pada 15 Oktober tahun ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kabupaten (pemkab) maupun masyarakat kulonprogo. Lantaran dalam perkembangannya terus menorehkan prestasi bergengsi baik tingkat nasional bahkan prestasi yang mendunia.

Jika belasan tahun silam Kabupaten Kulonprogo nyaris tidak dikenal oleh daerah lain, maka sejak dipimpin duet Bupati-Wakil Bupati dr H Hasto Wardoyo SpOG (K) – Drs H Sutedjo pada 2011 lalu, Kabupaten Kulonprogo tiba-tiba moncer dan terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia internasional.

Hal tersebut tidak lepas dari inovasi yang dilakukan Pemkab Kulonprogo melalui Program ‘Bela Beli Kulonprogo’ yang hasilnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan slogan Nek Isa Nandur Ngapa Tuku, Nek Isa Gawe Ngapa Tuku (kalau bisa menanam kenapa beli, kalau bisa membuat kenapa beli).

Program ini merupakan gerakan untuk membeli dengan cara membeli produk-produk lokal yang berasal dari sumber daya alam di Kabupaten Kulonprogo, seperti pertanian dan sumber mata air. Atas inovasi-inovasi yang telah dilakukan itu, saat ini banyak diadopsi oleh daerah kabupaten dan provinsi lain di Indonesia.

Dikutip dari media cetak Kedaulatan Rakyat, sejak 2011 inovasi yang sudah dilakukan dan mendapat apresiasi baik dari provinsi pusat, pihak swasta dan dunia internasional adalah inovasi dalam hal tata kelola pemerintahan seperti MonevKU, RencanaKU, Simasneg, SINOKU, SIMDES, SIMPEL dan masih banyak lagi.

Sedangkan dalam hal Inovasi Pelayanan Publik seperti geblek renteng, PendekarKU, Bela AktaKU, Sedati, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Rasda (Beras Daerah) dan masih banyak lagi.

Bela-Beli-Kulonprogo (sumber: https://beliindonesia.com)

“Sementara inovasi dalam hal kewenangan dan kebijakan, yaitu AirKU, ToMiRa, Bedah Rumah, BelaBeliKU.com, Data Pilah, Nglabrak, Obah Owah dan sebagainya,”kata Wakil Bupati (Wabup) Drs Sutedjo di ruang kerjanya, Senin (14/10).

Dalam hal peningkatan kualitas layanan publik kami telah launching Mall Pelayanan Publik (MPP) yang ke-11 tingkat nasional dan pertama di DIY/Jateng.

Wabup juga menyampaikan segudang prestasi yang diraih pada 2019, diantaranya Kabupaten Layak Anak, Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. PendekarKU Top 99 Inovasi pelayanan publik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Natamukti Awards dari ICBS, tentang prestasi bidang UMKM.

Inovatif Goverment Awards peringkat II dari Kementerian Dalam Negeri RI. Budipraja peringkat II, Anugerah IPTEK dan Inovasi daerah dari Kementerian Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi RI. Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni, Tradisi kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan pemanfaatan Geospasial untuk Inovasi aplikasi ‘BumilKU’, tentang layanan untuk Ibu Hamil.

Kepala Diskominfo Rudiyatno menambahkan, dalam penganugerahan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY 2019 yang diadakan Komisi Informasi Daerah (KID) DIY di Yogyakarta akhir September lalu, Kulonprogo meraih delapan penghargaan sekaligus.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *