MAKASSAR, LINES.id– Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kuliah umum bagi mahasiswa baru angkatan 2020 secara virtual, Senin (7/9/2020).
Kegiatan bertajuk “Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Industri di Indonesia” yang dipandu langsung dosen Fakultas Teknologi Industri UMI ini menghadirkan Guest Lecture Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementrian Perindustrian RI Ir Muhammad Khayam MT IPM.
Dalam kesemapatan itu, terpantau peserta bukan hanya berasal dari internal Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI. Namun juga banyak dari ASN di bawah naungan Kementrian Perindustrian RI. Mereka ingin mendengarkan langsung pemaparan Dirjen Muhammah Khayam.
Sejarah Fakultas Teknologi Industri UMI
Dalam sambutannya, Dekan FTI UMI Dr Ir Zakir Sabara MT IPM ASEAN Eng banyak bercerita tentang sejarah berdirinya FTI UMI yang dipelopori oleh Wapres RI ke-7 yang juga Presiden RI ke-3 BJ Habibi pada 16 Juni 1987.
Baca juga: Fakultas Farmasi dan Kedokteran UMI Laksanakan Tes Jalur Mitra Unggulan Daerah Secara Virtual
Baca juga: Andi Asni, Dosen FPIK UMI Beri Pelatihan Pengolahan Ikan Teknik Pembuatan Sambosa Ikan
“Izin pak Dirjen, saya sedikit cerita tentang sejarah berdirinya FTI UMI. Jadi pada tahun 1986 Pak Habibi berkunjung ke Makassar dan beliau menginginkan ada perguruan tinggi yang menyediakan sumber daya manusia yang berorientasi pada industri,” papar Pak De sapaan akrab Zakir Sabara.
Zakir Sabara melanjutkan, Prodi Teknik Industri dan Teknik Kimia FTI UMI merupakan yang tertua di Indonesia Timur. “Jadi FTI UMI telah banyak menghasilkan alumni yang telah memberikan kontribusi industrialisasi. Untuk anandaku sekalian, akan ada terus kabar baik dari kami demi kemajuan kalian semua,” sambung Zakir Sabara.
Sementara itu, Muhammad Khayam memulai pamaparannya dengan mengatakan bahwa kualitas dari FTI UMI telah teruji. “Apalagi yang mempelopori berdirinya FTI UMI adalah Bapak BJ Habibi,” katanya.
Baca juga: Daftar Ulang Camaba dan Pembayaran BPP/SPP Mahasiswa UMI Diperpanjang hingga 7 September
Baca juga: Wakil Rektor I UMI Sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di ABA YW UMI
“Tadi bapak Dekan sudah mengatakan bahwa inisiator FTI UMI ini dari pak Habibi. Ini sangat luar biasa dengan mendorong universitas di Indonesia Timur. Sebab perkembangan industri di Indonesia timur sangat membutuhkan sumber daya manusia,” tutur Muhammad Khayam.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Khayam memaparkan materinya yang dirangkum dalam lima poin besar. Yakni Kinerja Industri Pengelolaan nonmigas, Kebijakan Industri dan Kawasan Industri, Digital Ekonomi dan Making Indonesia 4.0, Inovasi Terbaharukan, Bahan Baku Hilir Biomasa, Bahan Baku Hilir Logam, Circular Ekonomy, Insentif dan TKDM. “Bahkan kita juga sedang mencanangkan terciptanya mobil listrik,” imbuh Muhammad Khayam.












