MAKASSAR, LINES.id – Program Studi Teknik Industri Fakutas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menyambut tim asesor akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT), Selasa (4/8/2020).
Acara yang berlangsung secara virtual ini dalam rangka reakreditasi program studi Teknik Industri FTI UMI. Tim asesor BANPT kali ini adalah Prof Dr Ir Udisubakti Cipto Mulyono MEng Sc dan Nur Aini Masruroh MSc PhD. Mereka akan melakukan visitasi lapangan Teknik Industri FTI UMI secara virtual.
Prof Udisubakti Cipto Mulyono merupakan Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem Institut Teknologi Seupuluh Nopember (ITS) dan Nur Aini Masruroh adalah Dosen di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Teknik Industri jurusan unggulan FTI UMI
Dalam kesempatan itu, terpantau hadir dari pimpinan UMI adalah Wakil Rektor I UMI Dr Ir H Hanafi Ashad ST MT, Kepala Penjaminan Mutu UMI Prof Dr Ir H Abd Maksud DEA, para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi di FTI UMI.
Baca juga: UMI PTS Peringkat Teratas di Indonesia Timur Versi Webometrics
Baca juga: Penutupan Kampus UMI Diperpanjang Hingga 6 September 2020
Wakil Rekor I UMI Dr Hanafi Ashad mengatakan, Teknik Industri merupakan jurusan unggulan yang ada di FTI khususnya, dan UMI umumnya. Sebagai Program Studi tertua di FTI bersama Teknik Kimia, Teknik Industri telah banyak memberikan kontribusi bagi UMI.
“Reakreditasi kali ini kami harap akan memberikan hasil yang maksimal. Terlebih untuk raihan akreditasi yang meningkat. Kami percaya bahwa FTI UMI telah memenuhi seluruh indikator-indikator dalam reakreditasi,” ungkap Mantan Dekan Fakultas Teknik UMI.

Sementara itu Dekan FTI UMI Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng dalam sambutannya, menyambut dengan keyakinan yang baik perihal reakreditasi Teknik Industri kali ini.
“Izinkan saya atas nama penanggung jawab mengucapkan selamat datang kepada tim asesor untuk melakukan asessemnet lapangan secara daring,” ungkap Zakir Sabara.
Baca juga: MT Ukhuwah UMI Berbagi Daging Kurban
Baca juga: UMI Gelar Sholat Idul Adha, Pembelajaran Idul Adha Kaitkan 3 Pilar Utama UMI
Lebih jauh, dekan yang biasadisapa Pakde ini banyak memaparkan terkait sejarah berdirinya Teknik Industri di FTI UMI yang disupport langsung oleh mantan Wakil Presiden RI BJ Habibie.
“Prodi TI berdiri pada 16 Juni 1987 sebagai salaj satu prodi pertama di Indonesia Timur bersama Prodi Teknik Kimia dalam lingkup FTI UMI. FTI UMI didirikan atas support Bapak BJ Habibie saat beliau berkunjung ke UMI pada tahun 1986. Dengan maksud sebagai upaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam proses pembangunan industri di KTI. Izinkan saya atas nama penanggung jawab mengucapkan selamat datang kepada tim asesor untuk melakukan asessemnet lapangan secara daring,” paparnya.
Zakir Sabara menambahkan, oleh karena itu dalam upaya untuk meningkatkan mutu prodi TI kami mengajukan untuk melakukan reakreditasi. “Hasil akreditasi tentu akan menjadi sarana atas pengakuan negara dan masyarakat terhadap kualitas prodi yang kami kelola,” sambungnya.
Teknik Industri UMI tertua di Indonesia Timur
Sementara itu, Prof Udisubakti mengatakan, jika dirinya dan Nur Aini Maruroh hanya dipercayakan oleh BANPT untuk melakukan visitasi dan asesmen di lapangan, namun apa yang menentukan adalah forum di BANPT.
Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Kelas 1-3 SD Selasa 4 Agustus 2020: Nilai Tempat Satuan, Puluhan dan Ratusan
Baca juga: Khofifah Optimis Segera Lewati Pandemi Covid-19, Pasien Sembuh Capai 67 Persen
“Kami dipercayakan oleh BANPT sebagai stakeholder ini adalah kepercayaan masyarakat lewat BANPT untuk mewakilinya demi memverifikasi kualitas jaminan mutu. Kami cek dan akan kami sampaikan. Sehubungan hasil akhir itu bukan dari kami berdua tapi di forum penjaminan mutu BANPT.
“Jadi kami tidak akan mengurangi atau menambahi sesuatu yang tidak ada saat memotret apa yang ada di FTI UMI,” sambungnya.
Guru Besar ITS ini sendiri mengapresiasi Teknik Industri UMI. Ini bukan tanpa alasan, Teknik Industri UMI yang telah hadir sejak 1987 merupakan yang tertua di Indonesia Timur.
“Dan ternyata ini yang tertua, ITS saja tahun 85 sedangkan ini 87 ini adalah suatu hal yang luar biasa. Ini sudah 33 tahun dan menjadi yang tertua di Indonesia Timur. Saya kira ini memiliki daya visioner yang tajam,” tutupnya.












