MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) tidak henti-hentinya melakukan terobosan, khususnya dalam menangani situasi saat ini yang sedang digempur Coronavirus Disease (Covid-19).
Terbaru, UMI membuat program strategis lewat Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI terkait Covid-19 dengan pembekalan KKN UMI via Daring, bertajuk ‘Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dalam Pencegahan dan Antisipasi Dampak Covid-19’.
KKN Temantik penanggulangan Covid-19 ini mengandung tiga unsur, yaitu kesehatan, social, dan ekonomi.
Setelah membuka acara secara resmi, Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi menyampaikan materi secara virtual lewat video teleconference zoom. Terkait kemajuan teknologi di sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan Covid-19.
Baca juga: Kemenkumham Sulsel Bertandang, Prof Basri: UMI Siap Produksi Banyak Karya Ilmiah yang Dipatenkan
Baca juga: TBM FK UMI Salurkan Bantuan Korban Banjir Jeneponto
Menurutnya, saat ini telah banyak ditemukan perkembangan dan kemajuan teknologi, salah satunya adalah Artificial intelligence atau kecerdasan buatan.
“Baru-baru ini sudah banyak yang berusaha menciptakan alat artificial intelligence yang membantu perawat di Rumah Sakit untuk menangani Covid-19,” papar Prof Basri.
Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI ini menganggap, sebagai mahasiswa yang melek kemajuan teknologi diwajibkan memahahami terobosan seperti ini mulai dari cara mengoperasikannya hingga mengontrolnya.
“Ini artinya bahwa tenaga manusia akan diganti, akan berkurang, dan diambil alih oleh tenaga Artificial intelligence. Kecerdasan buatan, tentu anda harus dapat mengerti,” tutur Prof Basri Modding.
Baca juga: Gerakan 10.000 APD TBM 110 FK UMI, Sasar Rumah Sakit dan Puskesmas
Baca juga: Webinar Lintas Negara FK UMI Bahas Profesi Dokter hingga Atasi Pandemi Covid-19
KKN Tematik sasar dua tempat
Yang tidak kalah penting kata Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI ini, adalah bagaimana menjadi manusia yang berakhlaq. Terlebih saat melaksanakan tugas pengabdian masyarakat bertemakan kuliah kerja nyata itu.
Sementara itu, Ketua LPkM UMI Prof Dr H Ahmad Gani Msi mengatakan bahwa KKN Tematik penanggulangan Covid-19 ini menyasar dua tempat.
Pertama adalah kembali ke kampung halaman dengan melibatkan LPM Kelurahan dan LPM Pedesaan, Gugus Tugas Covid-19, dinsos, pemdes, dan puskesmas setempat. Yang kedua, melaksanakan program aktivitas sosial, daerah kumuh wilayah pesisir, bantaran kanal, dan puskesmas.












