Surabaya Masuk Zona Hitam, Begini Siasat Risma Hentikan Covid-19

Surabaya
Peta Surabaya sempat ditandai dengan warna hitam dalam peta penyebaran corona di Jatim. (Foto: infocovid19.jatimprov.go.id)

SURABAYA, LINES.id – Angka kasus corona di Jawa Timur tengah jadi sorotan. Menempati urutan kedua terbanyak setelah DKI Jakarta, Jatim disorot karena angka tambahan harian kerap tertinggi, mengungguli Jakarta.

Kemarin misalnya, tambahan angka kasus baru Jatim sebanyak 213 kasus sementara DKI Jakarta 60 kasus baru corona. Jatim bahkan pernah bertambah 244 kasus dalam sehari. Jumlah ini adalah rekor terbanyak kasus harian di tingkat provinsi.

Dilansir di situs resmi Pemprov Jatim, infocovid19.jatimprov.go.id, saat ini ada 5.132 kasus positif corona. Jumlah tersebut 2.748 atau separuh lebih di antaranya ada di Kota Surabaya.

Baca juga: 1.900 Warga Jatim Tak Bisa Mudik, Khofifah Kirim Bantuan Sembako ke Jabodetabek

Baca juga: Update Covid-19 Klaster Sampoerna: 77 Pegawai Positif Corona

 

Selasa malam, Ibu kota Jatim tersebut sempat ditandai warna hitam di peta penyebaran atau dengan jumlah kasus lebih dari 2.049. Namun Rabu pagi ini, warna indeks kasus di Surabaya menjadi merah tua.

Tambahan kasus baru di Surabaya juga kemarin cukup tinggi yakni 115 orang.

Gubernur Khofifah: Bukan Zona Hitam

Dilansir CNNIndonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasien positif corona di Surabaya lebih dari 2.000 kasus. Namun menurutnya tak serta masuk zona hitam seperti tertera dalam peta.

“Kemudian ada yang tanya, itu (di peta) kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 (kasus) sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (Surabaya) merah tua,” ujar Khofifah.

Kota Surabaya sendiri memang…