LDII Tentukan Langkah dalam Menghadapi Potensi Kelangkaan Pangan

LDII
Foto: Ilustrasi sayur mayur (sumber: wikipedia.org)

JAKARTA, LINES.id – Indonesia saat ini berada di patahan era. Sebelum ada pandemi, dunia ini seolah-olah terus tumbuh. Hanya pertumbuhannya itu tidak dikehendaki oleh alam, sehingga dipaksa turun kembali. “Di masa pandemi yang belum tau sampai kapan ini, kita manfaatkan untuk meningkatkan knowledge kita,” kata Ir H Prasetyo Sunaryo MT Ketua DPP LDII bidang organisasi, kaderisasi dan keanggotaan.

Sebagai narasumber webinar DPP LDII pada Jumat (15/5/2020), ia menyampaikan bahwa dalam mewujudkan ketahanan pangan perlu ada pengorganisasian yang baik. Ketika pakar dan komunitas sudah ada, maka tinggal dilengkapi dengan teknologi digital. Mau tidak mau masyarakat harus melek teknologi. Karena tidak mungkin mendatangkan pakar untuk memberikan pelatihan di seluruh Indonesia. Akan tetapi dengan digital ini dari tempatnya masing-masing bisa mendapatkan materi pelatihan yang sama dalam waktu yang bersamaan.

“Sebelum masuk ke dunia digital, literasi digitalnya harus dimulai dulu. Minimal dengan webinar seperti ini sudah bagus dan kita sudah memulai Massive Open Online Course (MOOC) melalui pengkajian Alquran,” ucapnya yang juga pernah menjadi Tim Ahli DPR RI.

Baca juga: Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan, LDII Gelar Webinar Bertajuk Ketahanan Pangan

Baca juga: Ancaman Krisis Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, LDII Inisiasi Jejaring Kolaborasi Pangan

 

Mengapa kita perlu mendiskusikan pangan? Jadi pangan terdiri dari karbohidrat, protein dan vitamin. Menyikapi prediksi BMKG bahwa akhir tahun akan memasuki musim kemarau, maka di dalam kinerja beras mempunyai titik kritis di November 2020-Januari 2021. “Inilah maka kita perlu bahas, mudah-mudahan tidak sampai kritis karena sudah kita siapkan sejak Mei ini,” ungkap Prasetyo.

Pola pengembangan peran…