LDII Tentukan Langkah dalam Menghadapi Potensi Kelangkaan Pangan

LDII
Foto: Ilustrasi sayur mayur (sumber: wikipedia.org)
Pola pengembangan peran ormas di era New Normal

Era digital menyimpulkan bahwa diperlukan lembaga alternatif untuk mengembangkan inisiatif dan kreatifitas masyarakat. Dalam kondisi seperti ini maka modal sosial kita, perlu kelembagaan agar dapat difungsikan sebagai sumber daya solusi baru. Untuk energizing dan sinergizing potensi sdm kita melahirkan solusi berbasis keaktifan masyarakat.

LDII sebagai lembaga non profit perlu difungsikan sebagai lembaga sosial dan ekonomi bisnis yang berbasis human empaty dan skill atau knowledge yang perlu untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Dalam bidang ekonomi, DPP LDII sudah mempunyai platform digital pikub.com. “Selain ekonomi, masa stay at home ini kita harus mempunyai keterampilan. Bagaimana orang tua mengelola anaknya, anak di rumah harus bagaimana, maka saat ini kita sedang mempersiapkan pondok belajar,” jelasnya.

Adu dua dimensi yang harus diselesaikan serentak yakni lifestyle dan pangan. Adanya stay at home ini memungkinkan munculnya stay at home lifestyle, maka bisnis ke depan akan menjadi dua pola. Yaitu stay home economic dan stay home educationStay home economic sebagaimana aplikasi pikub.com, sedangkan stay home education adalah menggantikan pelajaran tambahan di luar sekolah dengan dilakukan melalui online. Karena dilakukan di rumah, maka interaksi antara anak dan orang tua akan lebih intensif.

Baca juga: Teknologi Hidroponik, Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Baca juga: LDII Konsisten Gelar Pengajian Saat Pandemi Covid-19, Begini Etika Pengajian Online di LDII

 

“Dari sisi ekonomi, bisnis post pandemic yang akan berpeluang antara lain kesehatan, orang menjual vitamin, perlengkapan kebersihan, itu akan menjadi pola kehidupan baru kita,” papar Prasetyo yang juga anggota Majelis MUI. Selanjutnya pendidikan sekolah secara offline atau MOOC. Lalu produksi pertanian pangan dan kesehatan, herbal plantation, dan era energi terbarukan.

Disinilah peran ormas untuk menganalisa jenis bisnis yang bisa dikembangkan dan yang perlu dipertahankan. Sekaligus dipersiapkan sumber daya manusia yang berbasis digital. Mengatasi potensi kelangkaan pangan, langkah organisatoris LDII yakni dengan mendata kebutuhan pangan secara menyeluruh.

“Sebagai informasi, kalau beras itu untuk karbohidrat, kalau holtikultur terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Untuk kekebalan tubuh kita, standarnya holtikultur harus 400gr sehari dengan komposisi 40% buah, 60% sayur mayur. Sedangkan rata-rata setiap orang baru 170% gr per hari,” pungkasnya.