Tertibkan Warga Kota Makassar, NA Libatkan Personel TNI

Makassar
NA saat memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (sumber: makassartoday.com)

MAKASSAR, LINES.id – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), mendorong pemberlakukan intervensi tinggi dengan pelibatan personel TNI dalam menertibkan warga di Kota Makassar. Upaya itu dilakukan dengan dalih untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Kita akan melakukan intervensi tingkat tinggi melibatkan TNI dan aparat Kepolisian untuk gencar turun menertibkan warga. Seluruh perangkat pemerintah mulai Camat hingga RT/RW harus bahu membahu mendukung Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK),” tegas NA saat memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang juga dihadiri Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Dilansir makassartoday.com, NA mengatakan, kota Makassar saat ini sudah menjadi episentrum pemyebaran Covid-19 di wilayah Sulsel. Adapun penerapan physical distancing, kata NA, sejauh ini belum berjalan dengan baik.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan, maka gugus tugas penanggulangan Covid-19 Sulsel mengambil beberapa langkah khususnya untuk wilayah Makassar yang menjadi episentrum penyebaran virus,” sambungnya.

Meski begitu, penerapan intevensi tingkat tinggi disebutnya belum mengarah pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Oxfam: Virus Corona Dapat Mendorong Setengah Milyar Orang ke Dalam Kemiskinan

Baca juga: VIDEO: Kartu Pra Kerja Bagi Anda yang Belum Bekerja, atau Terkena PHK Akibat Pandemi Covid-19

 

“Namun kami pun tetap bersiap untuk skenario lanjutan, yaitu mempersiapkan usulan ke Menteri Kesehatan untuk memberlakukan PSBB,” sebutnya.

Seperti diketahui, junlah kasus positif Covid-19 di kota Makassar kembali meningkat tajam hingga mencapai angka seratus. Data update pada Sabtu (11/4/2020) Pukul 11.00 Wita jumlah kasus positif sudah mencapai 105 pasien.

Sebagian bedar pasien positif di kota Makassar didominasi oleh para lansia dan memiliki rekam jejak penyakit seperti asma dan jantung.

Meningkatnya pasien positif Covid-19 di Makasaar disebut karena adanya pola hidup yang tidak disiplin. Seperti orang yang sebelumnya pernah melakukan perjalanan umroh atau perjalanan dari luar Makassar yang menjadi carrier.