PMII UNM Cabang Makassar Gelar Peringatan Harlah ke-15 dan Dialog Awal Tahun

Peringatan Harlah PMII UNM ke-15 dan Dialog Awal Tahun

Penulis: Prof. Dr. H. Sukardi Weda

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM

Melaporkan dari Makassar

 

MAKASSSAR, LINES.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Makassar Cabang Makassar memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-15 bertajuk “Muda Santun, Muda Berkarya” di Hotel Lamacca UNM Jalan Bonto Langkasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/1/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga kader dan sesepuh PMII, Bapak Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP., Ketua Terpilih KNPI Sulsel, H.A. Muh. Arham Basmin, S.Sos., M.M. beserta jajaran, Pengurus PMII Kota Makassar, Pengurus PMII dari sejumlah Perguruan Tinggi di Makassar, Ketua dan Sekretaris BEM UNM, Ketua Maperwa UNM, Wakil Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Sukardi Weda, dan para tamu undangan dari berbagai lembaga kemahasiswaan dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Rahmat Tawil yang juga Ketua PMII Rayon FIP UNM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini diadakan karena persoalan pemuda hari ini perlu berjiwa santun dan berkarya, dan akan mengawal marwah pergerakan mahasiswa Islam Indonesia.

Ketua Komisariat PMII UNM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan PMII di UNM selama ini tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi ayahanda, Rektor UNM, Bapak Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP.

Tetap Satu Dalam Perbedaan
PMII UNM Cabang Makassar Gelar Peringatan Harlah ke-15 dan Dialog Awal Tahun

Rektor UNM, Bapak Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP dalam sambutannya menyampaikan sangat bangga karena banyak dari fungsionaris kemahasiswaan yang hadir untuk memberikan kontribusi pemikiran. “Apapun bentuk organisasi mitra adalah bagian yang perlu dibina dan diarahkan,” demikian imbuh beliau.”

Prof. Dr. H. Husain Syam mengajak para pemuda untuk bersama sama membangun negeri, meskipun berbeda, tetap satu dalam perbedaan. Mari menjadi bagian yang dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan Islam. Mari selalu gelorakan pergerakan Islam, ucapnya.

Usai Peringatan Harlah ke-15 PMII UNM, diadakan dialog awal tahun dengan menghadirkan 4 panelis, yakni Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP, Ketua Terpilih DPD KNPI Sulsel H.A.Muh. Arham Basmin, S.Sos., M.M., Awaluddin yang juga kader PMII UNM, dan Direktur Kreator Muda Makassar, Jabal Nur. Dialog akhir tahun dipandu oleh Nurhidayatullah, yang juga Biro Advokasi PMII UNM.

Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. selaku Panelis kunci sekaligus menjadi motivator dan inspirator pemuda mengatakan, hampir semua organisasi tidak mewakili anggotanya. Idealnya organisasi harus mampu mengayomi komunitasnya. “Pemuda harus memiliki talenta dan mampu membangun karakter dirinya untuk dapat berkarya di usia muda”, tuturnya. ”

Kita berharap lahir pemuda yang santun dan memiliki trust, komitmen dan memiki target, sukses harus digambar, harus direncanakan, harus didesign” tambahnya.

Masa depan harus dibeli, masa depan harus diperjuangkan. Di UNM ada mata kuliah entrepreneurship yang sejalan dengan visi UNM yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan sehingga alumni UNM tidak ada yang menganggur, tuturnya.

Kesuksesan adalah kemampuan menangkap momentum yang ada, maka jangan lewatkan kesempatan itu, paparnya. Kunci sukses imbuhnya adalah A x B x C x D = Alat x Bekerja x Cita-cita x Doa. Nilai keberhasilan ditentukan oleh nilai masing-masing A B C dan D.

Pemuda Harus Santun dan Dapat Berkarya
Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP.  Bersama Pengurus PMII UNM Cabang Makassar di Harlah PMII UNM Cabang Makassar ke-15 dan Dialog Awal Tahun

H.A.Muh. Arham Basmin dalam pemaparannya menegaskan bahwa pemuda harus santun dan dapat berkarya, karena bila tidak, maka bonus demografi di tahun 2030 akan menjadi malapetaka. “Bonus demografi harus sejalan dengan Revolusi Industri 4.0 yang mengutamakan artificial intelligence, ucapnya.”

Menghadapi bonus demografi, KNPI Sulsel menggagas adanya kebun pemuda, kami akan memberikan bukan hanya teori tetapi juga lahan untuk pemuda sehingga pemuda di tahun 2030 mampu secara mandiri mengelola sumber daya alam,” paparnya.

Jabal Nur, S.Pd selaku Direktur Kreator Muda Makassar mengatakan bahwa berkarya itu muda, tetapi santun itu tidak muda. “Pemuda ditantang untuk berkolaborasi untuk dapat melahirkan inovasi dan kemandirian,” tuturnya.

Awaluddin selaku kader PMII UNM menyampaikan bahwa peradaban itu dibangun bukan oleh komunitas tetapi oleh individu individu yang baik atau shaleh. “Potensi apa yang harus dibangun yang dimiliki setiap individu, ” imbuhnya.

Dialog awal tahun PMII UNM berakhir menjelang pukul 24:00 dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng menandai Harlah PMII UNM ke-15.