Masa Pandemi, Pemuda Ini Sukses Kembangkan Budi Daya Ikan Air Tawar

Budi daya ikan
Kolam air tawar milik Rido pemuda Palu.

PALU, LINES.id – Adanya wabah virus Covid-19 sangat berdampak pada semua aspek kehidupan dalam masyarakat, terutama aspek ekonomi.

Kondisi tersebut membuat salah satu pemuda di Palu, Rido, fokus mengembangkan budi daya ikan air tawar di rumahnya, Jalan Dewi Sartika Lorong 4, Petobo, Palu.

Budi daya ikan air tawar mulai dari jenis nila, patin, gurame, ikan emas, dan lele mulai dikembangkan sejak tahun 2019.

Pria kelahiran 1998 ini mengatakan bahwa budi daya ini ia rancang bersama keluarganya sebelum pandemi.




Baca juga: Sukses Budi Daya Ikan Hias Selama Pandemi, Ini yang Dilakukan Warga Palu

Baca juga: Pandemi Covid-19, SMPN 4 Palu Terapkan Model Pembelajaran Daring dan Luring

 

Di Kota Palu, cukup berpotensi mengembangkan ikan air tawar karena kondisi alam yang mendukung.

“Alhamdulillah cuaca di Palu sangat mendukung meskipun harus hati-hati dalam perawatan ikan sebab cuaca kadang berubah,” ujar Rido saat ditemui, Kamis (8/10/2020).

Budi daya ikan
Kolam air tawar milik Rido pemuda Palu.

Ia menjelaskan bahwa kolam ikan yang dirancang ada yang berupa tanah dan ada yang berupa semen. Jumlah kolam yang dimiliki sebanyak 11 kolam dengan rincian 6 kolam besar berupa tanah dan 5 kolam semen.




Baca juga: Permudah Laporan Kamtibmas Secara Virtual, Senkom Kota Palu Adakan Pelatihan SDC

Baca juga: Camat Palu Selatan Silaturahim Sekaligus Menyerahkan SK Pengurus LDII

 

Di masa pandemi ini, penjualan ikan masih dalam kondisi stabil dan berimbang namun ada beberapa kendala dalam perawatan ikan.

“Karena tahun ini kondisi cuaca sering berubah membuat ikan banyak yang mati,” ungkapnya.

Terkait penjualan ikan, kata Rido, itu sangat relatif, tergantung dari jenis ikan dan ukurannya. Saat ini ikan air tawar seperti lele memiliki harga 30.000 per kilogram di Kota Palu,” ucapnya. (Zein/LINES)