LINES.id – Memasuki tahun baru Islam yang diawali dengan bulan Muharam, kita hendaknya mengamalkan amalan sunnah yang terdapat di bulan ini. Salah satunya adalah puasa Muharram atau sering disebut puasa Asyura. Puasa Asyura dalam pengamalannya memiliki keutamaan yang luar biasa. Namun sebelumnya kita harus memahami apa itu puasa Asyura.
Sejarah puasa asyura
Hari Asyura atau 10 Muharam adalah hari yang agung. Pada hari tersebut Allah menyelamatkan nabi Musa dan Harun AS salam dan Bani Israil dari pengejaran Firaun dan bala tentaranya di Laut Merah. Untuk mensyukuri nikmat yang agung tersebut, kaum Yahudi diperintahkan untuk melaksanakan puasa Asyura. Perhatikan hadist berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: “Ada apa ini?” Mereka (orang yahudi) menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.” Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam bersabda, “Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian.” Maka beliau (Nabi SAW) berpuasa Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa ‘Asyura.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Fathu Makkah: Manusia Berbondong-bondong Masuk Islam
Baca juga: 10 Ancaman Perbuatan Syirik, Nomor 7 Kebanyakan Orang Tidak Sadari
Dalam hadis lain juga menyebutkan bahwa Nabi juga pernah bersabda, “Seandainya tahun depan saya masih hidup, maka saya akan puasa tanggal 9.”
Perhatikan hadist berikut:
لََعِنْ بَقِيْتُ اِلَى قَابِلٍ لَاصُوْمَنَّ التَّاسِعَ وَفِيْ رِوَايَةِ اَبِيْ بَكْرِ قَالَ يَعْنِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ
“Seandainya saya masih tetap hidup sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa tanggal 9 Asyura” (HR. Muslim).
Menurut hadis diatas, puasa Asyura akan dilaksanakan oleh Nabi pada tanggal 9 Muharam, namun pada tahun berikutnya Nabi telah wafat sehingga Nabi tidak melaksanakan puasa Asyura’ di tanggal 9.
Baca juga: 9 Amalan Mendatangkan Rezeki Tak Terduga, Apa Saja?
Walaupun begitu amalan sunnah puasa Muharam tetap boleh diamalkan. Sehingga puasa Muharam dapat dilakukan pada tanggal 9 Muharam dan 10 Muharam, dan atau memilih puasa di tanggal 9/10 saja. Pada tahun 2020 ini, tanggal 9 dan 10 Muharam bertepatan dengan hari Jumat dan Sabtu, tanggal 28 dan 29 Agustus 2020.
Keistimewaan puasa asyura
Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan tersebut adalah Allah akan mengampuni dosa kita satu tahun sebelumnya. Hal itu dijelaskan dalam hadis berikut.
*صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ.*
رواه الترمذي
Artinya: Puasa hari Asyura, saya nabi berharap pada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa satu tahun sebelumnya. ( HR. Tirmidzi )
Begitu polnya keutamaan yang diberikan oleh Allah melalui puasa Asyura ini, sehingga kita sebagai orang Islam yang iman pada Allah dan Rasul jangan sampai melewatkannya. Dengan niat karena Allah mengamalkan puasa ini maka pasti Allah akan mengampuni dosa kita setahun sebelumnya.












