LINES.id – Rezeki tidak melulu soal harta. Kesehatan yang Allah berikan juga merupakan bagian dari rezeki. Keluarga yang rukun, rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah juga merupakan rezeki. Selain usaha untuk mencari rezeki dengan bekerja, rezeki ternyata juga dapat didatangkan dengan melakukan beberapa amalan. Berikut dibahas, 9 pengamalan yang bisa mendatangkan rezeki, diantaranya:
1. Memperbanyak istighfar kepada Allah
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barang siapa yang membiasakan membaca istighfar, meminta ampun kepada Allah, maka Allah akan menjadikan keluasan baginya dari tiap kesusahan (termasuk cita-cita), kelonggaran, jalan keluar dari setiap kesempitan dan Allah akan memberinya rezeki yang tidak ia sangka-sangka.
2. Memperbanyak infaq fisabilillah
مَّثَلُ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰلَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِی كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ وَٱللَّهُ یُضَـٰعِفُ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰسِعٌ عَلِیمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Sejatinya harta adalah titipan. Harta yang dititipi Allah kepada kita di dunia ini hanyalah sementara sifatnya. Sedang apa yang sesungguhnya menjadi harta kita adalah harta yang kita infaq kan dalam jalan-Nya. Sehingga hendaknya kita apabila infaq, sodaqoh, diniati untuk menolong agama Allah, karena Allah, bukan hanya sebatas pamer ingin dilihat orang, dan lain sebagainya.
3. Memperbanyak silaturrohim
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan ajalnya hendaknya ia menyambung tali silaturrohim. HR.Bukhori, no.5526.
Hadits ini bisa ditafsiri hakiki, yaitu ketika seseorang benar-benar memperbanyak silaturrohim kepada sanak familinya, Allah akan berikan ia rezeki yang berlimpah dan umurnya benar-benar ditambah oleh Allah.
4. Senang menghormati tamu
Rasulullah SAW bersabda, “Tamu itu datang dengan membawa rezekinya dan pergi dengan menghapus dosa-dosa kalian, dan Allah menghapus dari dosanya dan dosa-dosa kalian.”
Memang, kalau dari segi fisik di dunia, tamu itu menghabiskan rezeki ketika kita menjamunya. Mengurangkan rezeki secara logika, namun ingatlah sabda Rasulullah SAW ini, tamu itu datang dengan membawa rezeki, dan pergi dengan membawa dosa dari kita, yang dimaksud di sini bukannya tamu itu yang akhirnya menjadi dosa, itu tidak. Melainkan ketika kita dapat melayani dengan baik karena Allah, maka dosa kita akan dibawa pergi bersama perginya tamu tersebut.
5. Berusaha Menjadi Orang yang Jujur dan Amanah
“Amanat mendatangkan rezeki dan khianat mendatangkan kefakiran.”
Amanat ini bisa diaplikasikan dalam banyak perkara di kehidupan kita, dalam kehidupan kita bermasyarakat, bekerja. Ketika kita jujur dan amanah, dalam segala perbuatan kita, akan mendatangkan kepercayaan dari orang-orang di sekitar kita, dan juga akan mendatangkan rezeki. Sedangkan orang yang khianat, kefakiran akan datang padanya, sebab ketika ia berkhianat ia tidak akan dipercaya oleh orang-orang, dan alih-alih mendatangkan rezeki, ia malah hanya akan dijauhi, dan mendatangkan kefakiran atasnya.
6. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ
Allah berfirman, barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya ia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Surat At-Thalaq ayat 2-3
Taqwa adalah pekerjaan hati. Hendaknya dimanapun kita berada, apapun yang kita kerjakan, kita harus ingat dan takut kepada Allah. Sehingga selain Allah berikan kita rezeki, mengadakan jalan keluar bagi persoalan-persoalan kita di kehidupan, kita juga dapat lebih ingat sebelum bertindak hal-hal yang maksiat, bahwa Allah itu mengawasi kita. Dan hendaknya kita berbuat sebagaimana yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-laranganNya.
7. Memperbanyak tawakkal kepada Allah
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
Seringkali manusia dalam hidupnya banyak memikirkan keperluan-keperluannya. Baik dalam urusan dunia, urusan pekerjaan, urusan sekolah/kuliahnya dan lain sebagainya. Mungkin baik hal-hal tersebut dipikirkan tapi kita juga tidak boleh meninggalkan sifat tawakkal ini. Karena ketika kita tawakkal kepada Allah, berserah diri kepada Allah, urusan yang Allah kehendaki akan jauh lebih indah dibanding rencana kita. Sebagaimana Allah itu dalam segala sesuatunya memberi kepada kita apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
8. Selalu khusnudzon billah (berprasangka baik kepada Allah)
Berprasangka baik ketika kita sudah kerjakan kebaikan, Allah akan berikan balasan. Dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan Allah akan berikan jalan keluar. Menghindari maksiat, Allah akan memberikan rezeki kepada kita.
9. Menertibkan sholat tahajud dan do’a di sepertiga malam
Alloh turun ke langit dunia dan berfirman “Ana malik Ana malik Ana malik..”Ud’uni astajib lakum, innalladina yastakbiruuna an ibaadati sayad’khuluna jahannama daakhiriin”
“Aku raja, Aku raja, AKu raja” Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku akan mengabulkannya bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk kedalam neraka jahannam dalam keadaan hina.”












