“Idul Fitri Perkuat Keutuhan Bangsa dan Negara”
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
Kaum muslimin jamaah iedul-fitri yang berbahagia.
Pada hari ini dunia sedang tersenyum, langit bumi dan seisinya bergembira menyambut iedul-fitri. Maka kepada saudara-saudara yang sedang mengalami kesusahan, mudah-mudahan Allah segera mengganti kesusahannya dengan kebahagiaan. Aamiin.
Setelah kita berpuasa selama sebulan penuh, dan menyelesaikan program 5 sukses Ramadhan yaitu puasa di siang hari, bertarawih setiap malamnya, tadarus, mencari lailatul qodar dan mengeluarkan zakat fitrah, pagi ini kita bergembira dalam takbir dan kesyukuran atas hidayah yang Allah anugerahkan kepada kita, sebagaimana firman-Nya:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (البقرة 185)
Agar kalian sempurnakan hitungan puasa kalian dan agar kalian bertakbir mengagungkan Allah atas hidayah-Nya pada kalian dan agar kalian bersyukur.
Maka berbahagialah orang yang telah memanfaatkan bulan Ramadhan dengan banyak berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, beri’tikaf, bersedekah, dan lain-lain. Dan sangat rugilah orang yang menyia-nyiakan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ. (سنن الترمذى 3545)
Alangkah ruginya orang yang kedatangan sampai berlalunya Ramadhan namun dosa-dosanya belum diampuni.
Padahal umur kita belum tentu sampai di Ramadhan tahun yang akan datang.
Kita mohon kepada Allah mudah-mudahan hikmah dan berkah bulan Ramadhan bisa tetap kita pertahankan sampai ketemu Ramadhan tahun depan. Aamiin.
Kaum muslimin jamaah iedul-fitri yang berbahagia.
Dalam surah Ali Imran ayat 134 dijelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang bertakwa adalah:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
Orang bertakwa itu bisa mengendalikan rasa marah dan mudah memaafkan kepada orang lain.
Mestinya salah satu hikmah yang kita dapatkan selama bulan Ramadhan yaitu menjadi orang yang keporo ngalah dan pemaaf. Orang awam mengira bahwa orang keporo ngalah itu berarti kalah atau hina. Padahal Rasulullah bersabda:
وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ. (صحيح مسلم)
Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sifat pemaaf kecuali Allah menambah kemuliaan. Dan tidaklah seseorang mempunyai sifat rendah hati kecuali Allah -lah yang akan mengangkat derajat orang tersebut.
Dengan berbekal sifat pemaaf, keporo ngalah dan rendah hati atau tawadhu’ maka kejadian-kejadian di bawah ini tidak akan terjadi di antara kita. Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ. (صحيح مسلم)
Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan, tidak menyapa, tidak mengajak bicara kepada saudaranya melebihi tiga hari; kalau keduanya bertemu, yang satu buang muka, yang satunya lagi juga berpaling. Yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai memberi salam tanda damai dan rukun kembali.
Di riwayat hadis yang lain beliau SAW bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ. (سنن أبى داود 4914)
Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan, tidak menyapa, tidak mengajak bicara kepada saudaranya melebihi tiga hari. Barangsiapa yang mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari, kalau mati dia masuk neraka. (HR Abu Dawud).
Beliau SAW lebih menegaskan lagi:
مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ. (سنن أبى داود 4915)
Barangsiapa yang mendiamkan saudaranya setahun, tidak menyapanya, tidak mengajak bicara padanya, sama dengan membunuhnya. (HR Abu Dawud, dishahihkan oleh Imam Al-Albani).
Mari kita wujudkan kerukunan dan kekompakan, hilangkan permusuhan, kebencian, kedengkian dan dendam kesumat. Semoga Allah memberi kita kekuatan dan perlindungan. Aamiin.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
Kaum muslimin jamaah iedul-fitri yang berbahagia.
Dalam kesempatan ini kami ingin mengingatkan pada kaum remaja dan anda yang orangtuanya masih hidup. Berbuat baiklah kepada orangtua, karena ridho Allah terdapat dalam ridho orangtua, dan murka Allah terdapat dalam murka orangtua. Janganlah durhaka kepada orangtua.
Di antara sikap durhaka kepada orangtua adalah berbicara dengan nada tinggi kepada orangtua dan menangguhkan atau menunda-nunda untuk mematuhi suruhan orangtua. Ingatlah cerita Juraij, seorang ahli ibadah, ahli shalat sunnah, yang menjadi anak durhaka kepada ibunya gara-gara menunda menjawab panggilan ibunya. Tiga kali ibunya memanggil “Yaa Juraiiij”. Ketika itu Juraij sedang shalat. Sedang apa? Sedang shalat. Bukan sedang main HP, bukan sedang WA-an, tapi sedang shalat sunnah. Dan Juraij pun sempat bimbang ketika itu. Dia mengatakan:
اللَّهُمَّ أُمِّي وَصَلاَتِي
“Ya Allah, menjawab dulu panggilan ibuku atau melanjutkan shalatku?”
Juraij lebih memilih melanjutkan shalatnya. Bagus kan? Menomor-satukan Allah. Tapi tidak demikian di sisi Allah. Ketika si ibu murka dan mengatakan:
اللَّهُمَّ لاَ يَمُوتُ جُرَيْجٌ حَتَّى يَنْظُرَ فِي وُجُوهِ الـمَيَامِيسِ. (صحيح البخارى)
“Ya Allah, jangan biarkan Juraij mati sebelum terlibat urusan dengan wanita pezina”.
Ternyata Allah lebih memenangkan si ibu, dan Juraij pun menjadi korban fitnah masyarakat.
Orang sedang shalat sunnah saja, kalau menunda-nunda menyambut panggilan ibunya, kena hukuman dari Allah. Lha kalian tidak sedang ngapa-ngapain, dipanggil ibu kok diam aja, kalaupun menyaut, menyautnya dengan nada tinggi lagi, “Ntar dulu dong, Bu. Ah, ibu ini!”. Jangan ya nak, jangan berani mengatakan Uff atau Husy kepada orangtuamu. Kalaupun kalian lagi sibuk, sibuk banget misalnya, jawab dulu panggilan ibu, “Ya bu, sebentar ya, boleh nggak saya menyelesaikan ini dulu?”.
Maka wahai para remaja, dan orang-orang yang masih memiliki orangtua, terutama ibu, minta maaflah kepada orangtuamu dan mintalah ridho beliau agar hidup kita diridhoi oleh Allah SWT. Sertakanlah beliau dalam setiap doamu, doa anak sholih akan dikabulkan oleh Allah.
Dan kami pun mengingatkan kepada para orangtua, jadilah suri teladan yang baik bagi anak-anak kita, karena metoda pendidikan yang paling efektif bagi anak-anak adalah lewat keteladanan.
- Kalau kita menginginkan agar anak-anak kita menjadi anak yang sholih-sholihat, tunjukkan bahwa kita adalah orangtua yang sholih-sholihat, bapak yang sholih dan ibu yang sholihat.
- Kalau kita menginginkan agar anak-anak kita berdisiplin dalam menjalankan shalat, mari tunjukkan bahwa kita adalah orangtua yang berdisiplin untuk menjalankan shalat.
- Kalau kita menginginkan agar anak-anak kita bersemangat dalam ibadah, tunjukkan dan buktikan bahwa kita adalah orangtua yang sungguh-sungguh dalam beribadah.
- Kalau kita menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang berakhlak baik dan sabar, tunjukkan bahwa kita adalah orangtua yang sabar, tidak emosian, tidak pemarah. Jangan berkata jelek kepada mereka karena kata-kata orangtua bisa menjadi doa untuk anaknya. Sertakan mereka dalam doa-doamu, doa yang baik-baik tentunya. Doa orangtua bagi anaknya adalah mustajab.
Kepada para bapak, kami mengingatkan bahwa sorga anak-anak bapak berada di bawah telapak kaki ibunya. Maka kewajiban para bapak adalah mendidik dan memberi contoh bagaimana agar mereka berlaku hormat kepada ibunya.
- Anak-anak akan mencontoh ibunya bagaimana ibu ta’zhim kepada suami ibu yang tiada lain adalah bapak mereka.
- Anak-anak akan mencontoh bapak bagaimana bapak menyayangi isteri bapak yang tiada lain adalah ibu mereka.
Maka kalau seorang suami melakukan KDRT, kita khawatir anak lelakinya kelak ketika punya isteri melakukan hal yang sama, karena dia pikir “Ayahku dulu melakukannya, berarti aku pun boleh dong melakukannya”. Na’udzu billah min dzalik.
Yang terakhir, kami mengajak anda semua untuk melihat adakah saudara kita, teman kita, tetangga kita, yang hari ini tidak bisa berhari-raya karena sedang atau masih mengalami sakit? Jenguklah mereka, atau sapalah mereka, meskipun hanya lewat WA, dan jangan lupa hiburlah dan doakan mereka semoga diberi kesabaran dan kekuatan sehingga bisa cepat sembuh, dan diberi kesehatan yang barokah.
Adakah di antara saudara kita, teman kita, tetangga kita, yang sedang dalam keadaan terpuruk ekonominya? Bantulah, hiburlah, dan doakan mereka dengan doa-doa yang baik.
Idul Fitri adalah momen kita semua merayakan kemenangan, momen saling menyapa dan saling memaafkan bahkan dengan saudara sebangsa dan setanah air yang berbeda agama sekalipun. Momen mengadakan open house tanpa sekat pangkat dan jabatan tanpa sekat suku, ras dan agama, walaupun saat ini open house harus dilakukan secara daring. Dengan demikian, adalah suatu keniscayaan bahwa Idul Fitri adalah momen yang dapat memperkuat keutuhan bangsa dan negara
الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
Kaum muslimin jamaah iedul-fitri yang berbahagia.
Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang pemaaf, orang-orang yang rendah hati, sabar dan keporo ngalah, bisa berbakti terhadap kedua orang tua, dan semoga kita dipertemukan Allah di akhirat kelak bersama keluarga kita di dalam sorga-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamin. Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang untuk kebaikan kita semua.
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنَشْكُرُكَ
اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ
Ya Allah, kami memuji-Mu, kami mohon pertolongan-Mu, kami mohon petunjuk-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, dan kami bersyukur atas semua nikmat-Mu.
Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan dan kami takut akan adzab-Mu.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah
mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami
kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْعَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْعَمَلٍ
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ridha dan surga-Mu serta semua ucapan maupun perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya, dan kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu serta semua ucapan maupun perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Ya Allah, tolonglah kami agar bisa selalu berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu dengan baik, wahai Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
اَللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Ya Allah, Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kekayaan.
اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, bersihkanlah amal kami dari riya, bersihkanlah lisan kami dari dusta, dan bersihkan mata kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau mengetahui pada pengkhianatan mata dan apa yang tersembunyi dalam hati.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِـحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُـقَهَاءَ فِي الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. اللَّهمَّ حَـبِّبْ اِلَيْهِمُ الْاِيْـمَانَ وَزَيِّـنْهُ فِي قُلُوْبِهِمْ وكَرِّهْ اِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ
Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami sebagai anak-anak yg sholih, penghapal-penghapal Quran dan Sunnah, paham urusan agama, dan diberkahi hidup mereka di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, cintakanlah mereka pada keimanan dan hiaskanlah keimanan itu dalam hati mereka, bencikanlah mereka terhadap kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang benar.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
Ya Tuhan, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan
merahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Tuhan, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari azab neraka.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Ya Tuhan, terimalah amal dan doa kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah tobat kami, karena Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ya Allah, curahkanlah shalawat, keselamatan dan keberkahan kepada Nabi Muhammad beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Source: Lembaga Dakwah Islam Indonesia







