Dosen UMI Beri Pelatihan Petambak Ikan Nila di Desa Tamangapa, Pangkep

dosen umi
Dosen FPIK UMI memberikan penyuluhan dan pelatihan budidaya petambak ikan nila di Desa Tamangapa, Kabupaten Pangkep.

PANGKEP, LINES.id – Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah pesisir cukup menjanjikan untuk sektor kelautan dan perikanan.

Kabupaten Pangkep secara geografis memiliki panjang garis pantai + 40 km, berbatasan dengan Kabupaten Maros di sebelah selatan, Kabupaten Barru di sebelah utara, Kabupaten Soppeng dan Bone di sebelah timur dan Selat Makassar di sebelah barat.

Wilayah pesisir Kabupaten Pangkep berada di sebelah barat yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar dengan potensi sumberdaya perikanan yang besar.

Dua dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (FPIK UMI) melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Keduanya memberi penyuluhan dan pelatihan kepada mitra kelompok Pengelola Usaha Wisata Pemancingan ikan nila di tambak.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mitra dengan memanfaatkan tambak yang dimilkinya sebagai salah satu usaha di bidang wisata. Pemilihan lokasi ini didasari pertimbangan bahwa Desa Tamangapa memiliki banyak petambak ikan terutama ikan nila.

Baca juga: PKM Dosen FEB UMI, Latih Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Snack Nugget

Pemeliharaan ikan yang dilakukan di tambak selama ini diperuntukkan untuk produksi ikan yang dijual di pasar, namun sering mengalami kerugian yang disebabkan harga ikan yang tidak menentu dan seringnya gagal panen.

Desa Tamangapa merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk memelihara ikan nila, karena daerah ini memiliki hamparan tambak air tawar yang luas. Tim pelaksana kegiatan ini beranggotakan 4 orang yang terdiri dari 2 orang dosen dan 2 orang mahasiswa sebagai tenaga pendamping kegiatan.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr Ir Beddu Tang MSi dan anggota Ir Mustamin Tajuddin MSi. Ada 2 tahapan dan bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan. Peserta pada Program Kemitraan Masyarakat (PkM) adalah kelompok Pengelola Usaha Wisata Pemancingan pada tambak ikan nila di Desa Tamangapa yang telah disetujui untuk bekerja sama dalam kegiatan ini.

Sebelum ditetapkan sebagai tujuan pengabdian terlebih dahulu dilakukan survey lokasi yang cocok dan sesuai tujuan kegiatan yang diinginkan. Mitra adalah kelompok Pengelola Usaha Wisata Pemancingan ikan nila pada tambak di Desa Tamangapa. Kelompok Usaha ini memiliki anggota +10 orang.

Hasil yang telah dicapai dari kegiatan PkM terhadap kelompok Pengelola Usaha Wisata Pemancingan ikan nila di Desa Tamangapa adalah dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara pengelolaan usaha pemancingan ikan pada tambak. “Selama ini budidaya ikan dilakukan hanya untuk produksi ikan yang dijual di pasar untuk dikonsumsi sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra dan mengurangi kerugian yang ditimbukan karena gagal panen dan tidak mementunya harga ikan di pasaran,” kata Ir Beddu.

Di hadapan para mitra, Ir Beddu mengatakan bahwa pengalaman selama ini adalah kegagalan budidaya ikan nila di tambak diakibatkan oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang usaha budidaya ikan nila.  Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya hasil panen ikan nila diakibatkan oleh bibit yang ditebar masih sangat rentan terhadap kondisi lingkungan sehingga lebih mudah dimangsa oleh ikan-ikan liar yang ada dalam tambak.

Baca juga: FK UMI Gelar Megabaksos di Kabupaten Bone

Salah satu cara untuk menanggulangi kegagalan para petani tambak ikan nila adalah dibukanya peluang usaha pemancingan pada ikan yang telah ditebar di tambak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan November 2022 di Desa Tamangapa Kabupaten Pangkep yang diikuti oleh kelompok (mitra) yang sudah dibentuk sebelumnya.

Dua kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi melalui pemerintah setempat atas persetujuan kepala desa dan kelompok mitra serta penyuluhan dan pelatihan. Para peserta penyuluhan antusias mengikuti kegiatan, hal ini dapat dilihat pada kegiatan ini dengan datang bersama keluarga.

“Selain itu hasil dari kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga para petani tambak ikan nila di wilayah tempat pengabdian dan kegiatan ini akan menjadi contoh bagi petambak lain yang ada di Desa Tamangapa dan sekitarnya,” harap Ir Beddu.

Kegiatan yang telah dilakukan mendapat perhatian dari masyarakat khususnya anggota mitra dari kelompok tersebut. “Pada saat penyuluhan mereka antuasias mengikuti penyuluhan dan menunjukkan semangat yang tinggi untuk mengetahui tentang materi yang akan diberikan,” pungkasnya.