JENEPONTO, LINES.id – Pada wawancara langsung dengan beberapa pemuda yang terlibat dalam Organisasi Desa Karang Taruna di Desa Kapita, Kabupaten Jeneponto pada umumnya masih banyak remaja putri dan putra yang tidak mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja. Serta hasil penelitian sebelumnya di Kecamatan Bangkala terkait pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa orang tua rata-rata memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait kesehatan reproduksi tetapi kejadian pernikahan dini di desa tersebut masih tinggi.
Hal ini dikarenakan faktor dari remaja itu sendiri yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi remaja dan dampaknya. Sehingga sangat perlu dan dibutuhkannya sumber informasi yang dapat menjadi wadah para remaja untuk mendapatkan pengetahuan yang baik terkait kesehatan reproduksi remaja.
Melihat hal ini, Tim Dosen PS DIII Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan pengabdian masyarakat melalui pembentukan langsung Kader KRR dari kalangan remaja yang terlibat aktif dalam organisasi desa yaitu karang taruna. Menjadi peluang besar untuk memberikan pemahaman yang baik dan benar melalui organisasi tersebut sehingga manfaatnya lebih dekat karena informasi bisa mereka dapat langsung melalui peran para remaja yang terlibat dalam karang taruna.
Terbentuknya Kader KRR dapat berfungsi dan bermanfaat untuk ke depannya terutama bagi perangkat desa dan para remaja yang ada di Desa Kapita sebagai upaya untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka terkait kesehatan reproduksi remaja utamanya di masa pandemi. Hal ini menjadi kegiatan dan rutinitas yang sangat baik bagi remaja dalam meningkatkan aktivitasnya untuk hal-hal yang positif di tengah meningkatnya pengaruh lingkungan yang dapat mempengaruhi pikiran anak bangsa.
Baca juga: FKM UMI Gelar Pelatihan Perawatan Payudara bagi Kader di Desa Kapita Kabupaten Jeneponto
Peserta kegiatan ini adalah pemuda dan pemudi karang taruna sebanyak 21 orang di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Minggu (24/10/2021). Kegiatan ini didampingi langsung oleh sekretaris desa Abdul Razad SPd dan beberapa staf desa serta Ketua Karang Taruna Desa Kapita. Lokasi ini dipilih karena selain merupakan desa binaan UMI juga karena masih kurangnya pemahaman terkait kesehatan reproduksi oleh remaja dan belum adanya Kader KRR pada desa tersebut serta masih tingginya angka pernikahan dini.
Untuk itu, pada tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian Tim Dosen PS DIII Kebidanan FKM UMI mengadakan kegiatan pemberian edukasi melalui video dan penjelasan tentang kesehatan reproduksi serta pembentukan Kader Kesehatan Reproduksi Remaja. Dengan harapan agar kader KRR Desa Kapita yang berasal dari pemuda dan pemudi karang taruna memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada para remaja terkait kesehatan reproduksi.
Selanjutnya, setelah dibentuk Kader KRR maka dilakukan simulasi langsung pada kelompok yang telah dibentuk, ada yang berperan sebagai remaja yang akan diberikan edukasi dan ada yang berperan sebagai Kader KRR yang memyampaikan hal-hal terkait kesehatan reproduksi sehingga Kader KRR dapat memahami perannya ke depan di Desa Kapita.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Kader KRR di Desa Kapita dapat berperan aktif dalam menyampaikan kesehatan reproduksi remaja sehingga masalah-masalah terkait kesehatan reproduksi tidak terjadi serta peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE).
Edukasi kesehatan reproduksi dipimpin Ketua Tim Dosen PS DIII Kebidanan FKM UMI Nurhayati SST MKes dengan anggota Linda Hardianti Saputri SST MKes.












