Selain itu, dalam menunjang dan mendukung proses pembelajaran dan pelayanan akademik, Prodi Teknik Sipil UMI memiliki sarana perkuliahan sebanyak 16 ruangan dangan fasilitas yang lengkap dan AC serta ditunjang 6 laboratorium. Yaitu lab. struktur dan bahan, lab. mekanika tanah, lab. hidrolika, lab. bahan perkerasan jalan dan lab. transportasi. Ditambah lagi 3 lab. penunjang yaitu lab. fisika, lab. komputer dan 1 lab. multi disiplin yaitu microstruktur.
Kelima, untuk alumni, sebanyak 80% lulusan Prodi Teknik Sipil UMI terserap di dunia kerja sesuai dengan keilmuannya. Bahkan, Prodi Teknik Sipil mampu menghasilkan lulusan dalam jangka waktu 3 tahun 7 bulan.
Keenam, jaringan alumni di Prodi Teknik Sipil UMI juga sangat kuat, terbukti para alumni membuat perkumpulan dengan nama Persatuan Alumni Teknik Sipil (PATSI) UMI. Kontribusi alumni juga sangat baik. Yakni adanya kerja sama melalui workshop dalam rangka memberikan pembekalan kepada mahasiswa seperti pemenuhan softskill agar menjadi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Adanya PATSI UMI juga sangat membantu lulusan dengan memberikan jaminan kerja yang jelas. PATSI UMI memiliki peran baik di awal saat mahasiswa baru maupun di akhir saat mereka akan lulus. Dengan memberikan spirit agar mahasiswa memiliki gambaran ketika akan menjalani kuliah maupun usai menjadi sarjana.
Ketujuh, tak diragukan pula bahwa alumni teknik sipil telah banyak yang berhasil dalam dunia kerja baik skala nasional maupun internasional. “Alumni yang telah berhasil bahkan mendirikan perusahaan, mereka berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja melalui lulusan Prodi Teknik Sipil UMI. Alumni wajib merekrut lulusan bekerja di perusahaannya sebagai bagian membina sarjana yang mandiri dan kreatif. Ini juga berkat jalinan baik yang dibangun oleh PATSI UMI,” tuturnya.
Baca juga: Implementasi ‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka’, UMI Perkuat Kerja Sama dengan Berbagai Institusi
Baca juga: Dosen UMI Jadi Asesor Jurnal Ilmiah Nasional, Abdi UMI untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan
Bahkan, kata Andi Alifuddin, setelah yudisium sudah ada yang diminta untuk bekerja. “Sehingga fakultas tidak hanya sebagai penyalur akademik, tetapi juga penyalur tenaga kerja. Jadi, buat apa lagi ragu bergabung di Prodi Teknik Sipil UMI,” tandasnya.
Kedelapan, mahasiswa yang lulus tidak hanya menjadi sarjana profesional tetapi juga islami, sehingga alumni teknik sipil adalah alumni yang memiliki kemampuan softkill, inovatif, adaptif dan berdaya saing di berbagai level pekerjaan dalam konstruksi bidang rekayasa sipil.
MBKM Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMI
Selain delapan keunggulan tersebut, Prodi Teknik Sipil UMI juga terus melakukan peningkatan. Seperti dalam rangka meningkatkan kualitas, ke depan akan diberlakukan uji kompetensi bagi para mahasiswa sebelum menjalani ujian kelulusan. Juga menerapkan metode pembelajaran yang mendukung program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Penerapan program MBKM, sebagai contoh mahasiswa yang mengikuti lomba PKM dan proposalnya dinyatakan lolos, maka keberhasilan tersebut dapat dikonversikan nilainya ke dalam mata kuliah penelitian, sehingga secara otomatis mahasiswa tersebut sudah lulus mata kuliah penelitian.
Contoh lagi, bagi mahasiswa yang melakukan magang dan mendapatkan nilai baik, maka tidak perlu membuat tugas akhir dan cukup membuat laporan saja. “Jadi ke depannya bagaimana sistem akademik lebih fleksibel dan mengikuti perkembangan,” ungkapnya.
Ke depan, Andi Alifuddin berharap kompetensi mahasiswa Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMI dapat sesuai standar. “Oleh karena itu, sekali lagi jangan ragu kuliah di Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMI. Ketika anda masuk, maka harapan anda menjadi teknokrat muslim akan tercapai,” pungkasnya.












