Program Pencerahan Qalbu Berbasis Pesantren UMI Kini Bernilai 6 SKS

Pencerahan Qalbu UMI
Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi

MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar pencerahan qalbu bagi mahasiswa secara virtual melalui aplikasi video conference Zoom, Kamis (4/2/2021). Kegiatan yang merupakan syarat wajib bagi semua sivitas akademika UMI ini diorganisir oleh Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI Padanglampe kerja sama UPT PKD UMI.

Selain mewajibkan sebagai syarat khusus, pencerahan qalbu bagi mahasiswa di UMI telah dimasukkan dalam program akademik yang dikuatkan dengan nilai dan standar jumlah satuan Satuan Kredit Semester (SKS).

“Kalau dulu itu (Pencerahan Qalbu) hanya berstatus kewajiban bagi mahasiswa, tapi sekarang sudah menjadi syarat wajib yang dimasukkan dalam jumlah SKS dengan jumlah enam SKS,” ungkap Wakil Rektor I UM Bidang Akademik Dr Ir Hanafi Ashad MT IPM saat membawakan materi.

Alumni Fakultas Teknik UMI ini menambahkan, selain menjadi ciri khas ke-UMI-an, juga manifestasi Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Pencerahan Qalbu Program Unggulan UMI

Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi sebelum membuka acara membeberkan, UMI telah menyiapkan mahasiswannya agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dengan pengembangan karater moral (kesalehan spritual) dan karakter kinerja (kesalehan sosial) yang merupakan wujud dari akhlakul karimah sebagai inti dari program pencerahan qalbu sebagai program unggulan UMI.

Baca juga: POMD Sumbang 1 Unit Mobil Klinik untuk FK UMI

Baca juga: Milad ke-19 FKM UMI, Temu Kangen Alumni hingga Peresmian Musala

 

Menurut Prof Basri Modding, ada sejumlah penelitian yang menyebutkan jika kebutuhan tenaga kerja atau syarat kerja di sejumlah industri besar itu yang menjadi syarat utamanya adalah kemampuan komunikasi dan kejujuran. Ini kemudian yang dijawab oleh UMI lewat pendidikan pesantren.

“Jadi ananda sekalian harus menyiapkan diri membangun kemampuan komunikasi dan pastinya dengan integritas yang tinggi sebagai kebutuhan karakter kinerja. Ini makin kompleks di fase revolusi industri 4.0,” tutur Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Dr H Mansyur Ramli SE MS menjelaskan, pencerahan qalbu berbasis pendidikan pesantren di UMI ini merupakan program unggulan yang akan mendorong UMI menjadi PTS berkelas dunia.

“Menghadapi persaingan global khususnya mengahadapi era Revolusi Industri 5.0 termasuk era pandemi Covid-19, UMI perlu membangun komitmen baik yang bersifat individual maupun kelembagaan agar terbentuk karakter dan kondisi kondusif untuk mewujudkan visi dan UMI,” kata Prof Mansyur Ramli.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr H Ahmad Basit Lc MA mengatakan bahwa para peserta pencerahan qalbu virtual ini akan melakukan aktivitas seperti biasa mulai dari kewajiban menyetor doa dan hafalan, tata cara salat, hingga belajar dan menerima materi meski berlangsung secara virtual.