MAKASSAR, LINES.id – Civitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam suasana berkabung. Dr Hj Nurul Fuadi MA Dosen Tetap Fakultas Agama Islam (FAI) UMI meninggal dunia di kediamannya Kompleks Perumahan Dosen UMI Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah, Selasa (4/8/2020), pukul 17.30 wita.
Selain aktif sebagai dosen tetap YW UMI, beliau juga banyak dipercaya sebagai pendorong perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan, salah satunya sebagai Ketua PW Muslimat NU Sulsel (2000-2015). Merupakan organisasi sosial besar di Indonesia, Penasihat NU Sulsel (2015-sekarang), Pengurus FKPT Sulsel (2013-2018), Pengurus MUI Sulsel (2016-2021), Direktur PPs UIM dan beberapa jabatan yang pernah diemban di UMI. Diantaranya WD III Fak Ushuluddin, Ketua Prodi Magister Agama Islam PPs UMI, hal ini diungkapkan oleh Dekan FAI UMI Dr H Ahmad Hakim MA.
Profil Dr Hj Nurul Fuadi MA
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan UMI diwakili oleh Wakil Rektor IV UMI Dr KH Zain Irwanto MA mengungkapkan bahwa selama almarhumah berinteraksi dengan sejawat Dosen dan Mahasiswa UMI selalu memadukan antara Ilmu dan Akhlakul karimah. Sehingga banyak sekali mahasiswa terayomi dengan akhlak yang baik oleh beliau.
Baca juga: Reakreditasi Teknik Industri FTI UMI Dilakukan Secara Virtual
Baca juga: UMI PTS Peringkat Teratas di Indonesia Timur Versi Webometrics
Beliau selalu tampil dalam suasana menyejukkan dan disiplin dalam menjalankan tugas. “Oleh karena itu kami atas nama Pimpinan UMI mengucapkan terima kasih atas pengabdian beliau, semoga beliau khusnul khatimah,” tutupnya.
Nampak hadir di kediaman almarhum, Ketua Pengurus, Wakil Ketua Pengurus YW-UMI, Ketua Pembina YW UMI, Rektor dan Wakil Rektor UMI. Dekan dan Civitas Akademika FAI UMI, Ketua MUI Sulsel, Ketua Pengurus Masjid Raya Makassar. Rektor Universitas Islam Makassar beserta Wakil Rektor dan pejabat dalam lingkup UIM. Rektor UIN Alauddin Makassar, Pengurus NU Sulsel, dan beberapa pejabat yang hadir.
Sementara itu, Ketua MUI Sulsel yang juga Rois Syuriah NU Sulsel, Dr KH Sanusi Baco sebelum membaca doa ia menyampaikan kesan terhadap almarhumah sebagai kader muslimat NU yang memiliki tanggung jawab yang tinggi, ikhlas dan mengayomi. “Selain itu kami juga kehilangan seorang muballigah yang setiap bulan ramadhan sebagai penceramah tetap di Masjid Raya,” ujarnya.












