Merdeka Belajar bidang entrepreneruship
Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar di sektor mahasiswa atau dosen berwirausahan itu, kata Prof Basri Modding, UMI telah lama mengembangkan gagasan mendorong jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa dan dosen lewat sejumlah pelatihan pengembangan kemampuan.
“Dalam bidang entrepreneurship, sejumlah mahasiswa UMI telah berwirausaha pada tahun 2019. Terdiri dari usaha fashion, kuliner dan industri kreatif. UMI telah membentuk UPT. Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis dalam mewadahi karya Inovasi. Baik di kalangan dosen maupun mahasiswa UMI,” beber mantan Direktur Program Pascasarjana UMI.
Terlebih untuk proyek pembinaan desa, Prof Basri membeberkan, UMI sedari dulu telah melakukan pemberdayaan desa tertinggal lewat proram Desa Binaan yang dikelola langsung oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Program ini diberi nama Desa Sejahtera. Tercatat program ini telah berjalan sejak tahun 2008.
UMI kembangkan Desa Sejahtera
“UMI juga mengembangkan Desa Sejahtera melalui Desa Mitra Binaan sejak tahun 2008, yang saat ini berjumlah 35, satu diantaranya, adalah Desa Wiringtasi di Kabupaten Pinrang yang telah mencapai status Desa Prioritas Nasional,” tutur Prof Basri Modding.
Baca juga: UMI Gelar Dzikir dan Doa untuk Keselamatan Bangsa Secara Daring
Baca juga: Camaba Fakultas Kedokteran dan Farmasi UMI Laksanakan Ujian Online Berbasis CBT
“Desa Mitra Binaan UMI ini, telah melaksanakan program revitalisasi Desa Binaan melalui Program Sejahtera Indonesia (SEJATI), diantaranya pengarusutamaan Peran BUMDes dengan kajian pengembangan UMI yang merekomendasikan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebagai instrumen kunci dalam mempercepat kemajuan desa dan kesejehteraan masyarakat pedesaan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,” sambungnya.
Selain itu masih dalam unsur Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar dalam hal Proyek Kemanusiaan atau gerakan kemanusiaan yang tanggap bencana. Prof Basri menegaskan, UMI telah banyak terlibat dalam gerakan sosial kemanusiaan tanggap bencana Lombok 2018, Palu 2019, sampai saat ini di tengah Pandemi dan bencana alam Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
“UMI langsung membentuk tim Crisis centre pasca keluarnya surat instruksi Rektor Nomor 070/F.01/UMI/III/2020 tentang tindakan penanggulangan penyebaran virus yang telah berstatus Pandemi yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor V Prof Dr H Hatta Fattah MS dan Dekan FTI UMI Dr Ir H Zakir Sabara. UMI juga massif menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi setiap korban bencana alam,” imbuh Prof Basri Modding.
Terlebih untuk riset, pertukaran mahasiswa, dan beberapa unsur lain Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, ditegaskan Prof Basri Modding, UMI telah melaksanakan itu secara terprogram dan berkelanjutan. Sehiingga, kata Prof Basri Modding, UMI telah siap dalam semua sektor.












