Food estate Kalimantan Tengah
Dijelaskannya, tahap awal pemerintah akan menggelontorkan dana untuk pengembangan area 30.000 hektar. Termasuk membenahi irigasi dan saprodinya sehingga mampu memproduksi padi 6 sampai 8 ton per-hektar. Untuk 3 hingga 4 tahun ke depan memerlukan dana sekitar Rp 6 triliun.
“Dengan melihat sendiri hamparan padi yang ada, ini memberikan percaya diri kepada pemerintah bahwa ini pilihan yang tepat. Jadi kawasan-kawasan yang khusus itu harus kepada masyarakat yang daya juangnya luar biasa dan Isen Mulang (pantang mundur).
Sehingga kita yakin jika desa yang pantang mundur, maka programnya akan berhasil. Jadi warganya pantang mundur dan pemerintahnya sudah datang. Pemerintahnya juga pantang mundur, maju terus sampai di sini menjadi lumbung padi nasional,” tegas Airlangga Hartarto.
Baca juga: Plt Gubernur Aceh Komitmen Selesaikan Pembangunan RSUD dan Atasi Banjir di Aceh Selatan
Baca juga: Gubernur Sumut: Pelaksanaan Sinode Am Periode XXII GKPI 2020 Perhatikan Kondisi Covid-19
Disebutkan, lokasi pengembangan food estate ini sangat strategis karena diapit dua sungai besar dan juga jaraknya dekat ke lokasi padat penduduk, seperti Pulau Jawa sehingga nilai tukar petani diharapkan dapat meningkat dengan produksi yang melimpah.
Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah merupakan Program Strategis Nasional dalam rangka membangun ketahanan pangan bangsa Indonesia menyusul berhentinya ekspor pangan dari beberapa negara seperti Thailand, Vietnam dan India yang ingin fokus menyediakan pangan untuk negaranya sendiri yang terdampak pandemi Covid-19.












