JAKARTA, LINES.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak Pemerintah Daerah bersama penyelenggara pemilu di daerah untuk melakukan simulasi pelaksanaan tahapan pilkada. Sebagai bentuk inovasi pendidikan pemilih persiapan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dengan protokol Covid-19.
(Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr Bahtiar MSi mengatakan simulasi-simulasi dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Misalnya buat simulasi pelaksanaan kampanye terbatas dengan protokol Covid-19. Simulasi pelaksanaan pencoblosan dengan protokol Covid-19 dan lain-lain.
“Dukungan nyata dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi amat penting dalam pelaksanaan Pilkada Serentak,” ujarnya. Saat webinar bersama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Menado dengan tema Pilkada Aman Covid-19 dan Demokratis, Selasa (9/6/2020).
Baca juga: Tahapan Pemilu Dimulai 15 Juni, Pemda Diminta Segera Cairkan NPHD Pilkada Serentak
Baca juga: Sukses Gelar Pemilu Masa Pandemi, Pilkada Serentak Indonesia Berkaca dari Korea Selatan
Dengan adanya simulasi tersebut, maka pihak penyelenggara pemilu di tiap daerah, masyarakat dan juga unsur TNI dan Polri dapat mengantisipasi potensi kerumunan. Dan mengatur bagaimana pelaksanaan Pilkada yang aman bagi masyarakat dan aman bagi penyelenggara.
Bahtiar menjelaskan, dengan adanya unsur keberagaman kondisi geografis dan tingkat kepadatan penduduk yang berbeda. Budaya dan kebiasaan masyarakat yang berbeda pada 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, maka terbuka peluang adanya inovasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh penyelenggara pemilu di daerah. Setelah berkonsultasi dan mendapat pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada pada setiap provinsi dan kabupaten kota. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan kondisi obyektif daerahnya masing-masing.
“Kondisi obyektif berbeda di tiap daerah. Ada yang padat penduduk, ada yang jarang penduduknya. Tingkat suhu, cuaca dan iklim juga patut diperhitungkan sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus menyesuaikan daerah masing-masing. Misalnya pemilihan tempat lokasi TPS yang mudah terkena sinar matahari. Kita tahu bahwa Covid-19 tak tahan dengan sinar ultra violet matahari sehingga bisa mengurangi resiko kesehatan,” jelasnya.
Dorong partipasi masyarakat…












