Terakhir, mantan wakil Bupati Bengkulu Selatan ini juga mengapresiasi lingkungan rumah sekitar Nenek Samima, yang nampak asri, bersih, dan tertata. Selain itu, Rohidin berpesan pemerintahan setempat (RT) untuk terus memantau dan melaporkan jika ada masyarakat kurang mampu yang butuh bantuan.
“Pemerintahan paling depan adalah RT, yang memiliki peran besar sehingga keluarga masyarakat yang kurang mampu terjangkau bantuan. Disini juga lingkungannya sangat bersih dan tertata, walaupun rumah ini tampak sederhana, ini tanda penghuninya sangat pembersih, peduli akan lingkungan. Hal ini patut dicontoh,” terang Rohidin.
Kepedulian masyarakat sekitar
Sementara, Ketua RT 13 Lesmi Hertiani menjelaskan nenek Samima hidup dengan ketiga anaknya, sedangkan suaminya sudah lama meninggal dunia karena jatuh dari memanjat pohon. Selama ini, nenek Samima hidup dari penghasilan seorang anaknya yang sehari-hari mencari barang bekas.
Baca juga: Pemprov Bengkulu Lakukan Evaluasi Penanganan Covid-19, Ini Hasilnya
Baca juga: KPU Usul Pembelian APD, Pemprov Bengkulu Percepat Realisasi Anggaran
“Sudah lama sejak 1980, nenek sudah menetap di sini bersama 3 orang anak laki-lakinya dalam satu rumah berukuran 4×6 meter. Anaknya menjadi tulang punggung setelah beliau mengalami kebutaan sejak 20 tahun yang lalu, sebelumnya ia sebagai pengupas bawang,” cerita Lesmi.
Menurutnya, beberapa bantuan telah diterima oleh keluarga nenek Samima, dan sudah dimanfaatkan untuk kehidupannya. Masyarakat sekitar juga sangat peduli, dengan memberi kebutuhan pokok bagi keluarga nenek.
“Masyarakat sekitar sering memberi bantuan, begitupun bantuan dari pemerintah seperti bansos, BLT dan sebagainya juga telah masuk dalam data,” pungkasnya.












