Beberapa sekolah sudah jalankan Sigum
Sementara memperkenalkan aplikasi tersebut, Walikota Binjai Muhammad Idaham menyampaikan kepada Gubernur bahwa pihaknya tidak pernah berhenti berfikir bagaimana pendidikan tetap dapat diberikan kepada siswa. Saat ini ada beberapa sekolah di daerahnya yang telah menjalankan Sigum.
“Nanti aplikasi Sigum ini ditambah kapasitasnya. Dan akan kita buat kelasnya. Jadi akan kita buat dan sempurnakan lagi. Untuk sekarang, juga sudah dijalankan di tingkat SD dan SMP. Kami pun siap mendukung upaya Pemerintah Provinsi untuk bisa menjalankannya di seluruh kabupaten/kota,” jelas Idaham.
Upaya tersebut juga mendapat apresiasi dari siswa sekolah. Di antaranya disampaikan Habib dari SMAN 1 Binjai. Baginya pemerintah telah memberikan perhatian cukup besar kepada dunia pendidikan. Sebab melalui aplikasi Sigum, dapat membantu mereka untuk tetap bisa mendapatkan ilmu yang biasanya didapat dari bangku sekolah.
Baca juga: Stok Darah PMI Medan Menurun Drastis Selama Pandemi Covid-19
Baca juga: 150 TKI Asal Malaysia Tiba di Medan, Dipastikan Bebas Covid-19
Begitu juga dari Guru SMAN 1 Binjai Suwandi. Dirinya mengakui masih banyak tenaga pengajar yang belum mampu beradaptasi penuh dengan teknologi modern saat ini. Sehingga jika diperkenankan, ia berharap dilakukan pelatihan khusus kepada guru dalam menjalankan aktivitas mengajar.
Sedangkan seorang guru dari SMAN 1 Selesai Langkat Seri Ginting mengungkapkan masih banyaknya siswa/murid yang tidak memiliki akses atau ponsel android untuk mengikuti kegiatan belaja mengajar daring.
“Masih ada yang tidak punya hp android. Termasuk paket data (akses internet) yang jadi kendala,” katanya.
Aplikasi Sigum
Diketahui bahwa Sigum adalah aplikasi belajar daring yang digagas Walikota Binjai, sebagai evaluasi proses belajar mengajar yang selama ini menggunakan media seperti WhatsApp. Sebab dinilai kurang efektif diterapkan di masa pandemi saat ini.
Aplikasi Sigum ini sebagaimana dijelaskan Kadis Pendidikan Kota Binjai Sri Ulina Ginting, bahwa para guru dapat memantau siswa dari rumah. Begitu juga pihaknya bisa memantau apakah proses belajar mengajar dijalankan. Untuk tahap awal, dilakukan di SMAN 1 dan SMAN 2 Binjai.
Baca juga: Dua RS Rujukan di Medan Sudah Beroperasi Optimal Tangani Pasien Covid-19
Baca juga: Pemprov Sumut Salurkan Bantuan JPS di 12 Kecamatan di Kabupaten Padanglawas
“Di aplikasi Sigum ini ada roster, ada guru yang mengajar dan ada absensi siswa dan guru. Usai belajar para siswa selesai belajar juga diberikan kuis,” jelasnya.












