Diprediksi Jadi Cluster Baru, Pasar di Kalteng Gelar Rapid Test Massal

Rapid test massal
Pemprov Kalteng melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng melakukan Rapid Test massal terhadap 1.400 orang pengunjung Pasar Indra Sari Kecamatan Arut Selatan Pangkalan Bun dan Pasar Cempaka Kecamatan Kumai, Sabtu (6/5/2020).

Sugianto Sabran mengharapkan kesadaran masyarakat ditingkatkan untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan pimpinan juga harus tegas. “Pimpinan harus tegas, tidak ada tawar-menawar demi Kalteng. Kalau harus dikarantina, ya dikarantina. Yang negatif keluar dari isolasi dan yang positif dirawat ke rumah sakit. Disiplin diri itu kunci dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan jaga jarak,” tegasnya.

Pasar diprediksi jadi cluster baru

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menyebutkan dipilihnya pasar sebagai lokasi Rapid Test karena diprediksi menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Dengan dibersihkannya pasar dari Covid-19 maka diharapkan ekonomi atau sektor informal dapat kembali berjalan mengingat 60-70 persen masyarakat Kalteng bergerak di sektor informal.

Kajati Kalteng Mukri mengatakan Rapid Test massal ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov khususnya Gubernur Kalteng terhadap masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar). Namun diperlukan kerjasama masyarakat untuk dapat mengatasi Covid-19. “Tidak ada artinya usaha pemerintah tanpa dukungan masyarakat,” tegas Mukri.

Pihak Korem 102/PP juga telah memberikan arahan kepada Dandim se-Kalteng. Untuk melakukan kerjasama dengan semua pihak sehubungan dengan diberlakukannya new normal yang memerlukan kesiapan masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

Baca juga: Omzet Capai 5M, Lumbung Pangan Jatim Kini Bisa COD via WhatsApp

Baca juga: Peran Strategis Dokter Hewan Atasi Wabah Zoonosis

 

“Saya sudah beri arahan ke Dandim untuk bekerjasama dengan berbagai pihak dan membentuk Satgas untuk mendisiplinkan masyarakat,” ungkap Danrem 102/PP Brigjen TNI Purwo Sudaryanto. Sembari menambahkan bahwa Covid-19 ini bukan aib sehingga masyarakat tidak perlu mengucilkan para penderitanya. Tetapi justru memberikan dukungan semangat untuk sembuh.

Sementara itu Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo mengatakan Kabupaten Kobar akan dijadikan role model penanganan Covid-19 di Kalteng yang akan diikuti 13 kabupaten/kota lainnya di Kalteng.

Gubernur Sugianto Sabran pada kesempatan tersebut juga mengajak ratusan warga Pangkalan Bun untuk berdoa bersama memperingati hari lahir Proklamator dan Presiden Pertama RI Soekarno pada tanggal 6 Juni 1901. Serta berdoa agar pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah segera berlalu.