Wagub Pantau Penyelenggaraan Protokol Covid-19 Dunia Usaha di Jatim

Protokol Covid-19
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berkunjung ke PT. Etex Building Performance Indonesia, Sabtu (6/6/2020).
Protokol Covid-19 PT. Etex Building Performance Indonesia

Wagub yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini mengatakan, setiap perusahaan pasti memiliki cara dan kreativitas tersendiri agar seluruh karyawannya bersedia melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Dirinya menyebut pasti ada langkah-langkah yang sifatnya perintah, dan ada langkah yang sifatnya preventif antisipatif.

“Begitupun dengan PT. Etex Building Performance Indonesia,” sebutnya.

Apalagi, sebut Wagub Emil Dardak, perusahaan yang bergerak di bahan bangunan ini telah menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Disamping itu, perusahan yang sudah beroperasi sejak 1973 itu telah memiliki aturan ketat berkenaan dengan keselamatan dan keamanan kerja.

“Contohnya ada satu tempat quality check dimana itu akan melalui sebuah conveyor, di check untuk diekspor ke Vietnam. Nah produk ini harus halus jadi ada tenaga yang ngecek biasanya delapan orang sekarang yang ngecek hanya dua orang. Dan speednya diperlambat sehingga dua orang ini bisa, kemudian ditempatkan bar untuk mencegah terjadinya mobilitas,” jelasnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Empat Kecamatan di Kabupaten Luwu Terendam Banjir

Baca juga: Persiapan Pelaksanaan New Normal, Kemendagri dan Kemenpan-RB Gelar Lomba Inovasi Penanganan Covid-19

 

Protokol Covid-19 industri di Jatim

Wagub Jatim juga mengungkapkan bahwa sesungguhnya setiap perusahaan pada dasarnya telah menetapkan SOP keselamatan kerja, dan keamanan lingkungan. Oleh karenanya, penambahan dan penerapan protokol kesehatan di lingkungan industri di Jawa Timur bukan menjadi halangan yang dapat menghentikan produktifitas perusahaan.

“Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa pabrik-pabrik di Jawa Timur sebenarnya punya sistem yang relatif cukup handal. Karena kepatuhan mereka menerapkan standard lingkungan dan keselamatan kerja. Maka menambahkan protokol Covid-19 sesungguhnya bukan sesuatu yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan protokol Covid-19 juga memerlukan biaya tambahan dan berdampak pada menurunnya produktivitas. Melihat itu, dirinya berharap dan meyakini bahwa dengan kepatuhan protokol kesehatan. Dan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19, maka industri di Jawa Timur akan tetap mampu berjalan.

“Kita memang punya harapan bahwa seiring Indonesia mulai memahami apa itu Covid-19 kemudian sudah mengatasi penyebaran wabah di tahap awal dan menuju ke transisi ke satu sistem. Dimana masyarakat hidup dalam tatanan baru hidup dalam kesadaran bahaya Covid-19. Maka pangsa pasar domestik ini akan meningkat dan ekspornya juga lancar,” pungkasnya.