Setiap TKI juga mendapat bantuan kebutuhan sehari-hari seperti handuk, baju, sabun, pakaian dalam dan masker. Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Sumut juga memberikam keperluan balita dan bayi.
“Sebagian besar mereka ini tidak membawa apa-apa dari sana. Jadi di sini kita sediakan keperluan sehari-hari mereka, termasuk keperluan bayi dan balita,” jelas Sabrina.
TKI bebas Covid-19
Selama berada Cadika Lubuk Pakam, kebutuhan para TKI akan dipenuhi GTTP Covid-19 Sumut sampai pemerintah daerah masing-masing datang menjemput. Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar mengatakan Pemprov Sumut sudah menghubungi semua Pemda dan Pemprov terkait. Pemda dan Pemprov akan segera menjemput warganya masing-masing.
“Kita sudah menghubungi Pemda dan Pemprov terkait, respons mereka sangat baik bahkan ada Pemkab yang sudah menunggu warga mereka di Cadika untuk dibawa pulang ke daerahnya. Dan bagi warga yang belum dijemput kita akan layani di sini,” kata Harianto.
Baca juga: Pemprov Sumut Salurkan Bantuan JPS di 12 Kecamatan di Kabupaten Padanglawas
Baca juga: Pemprov Sumut Salurkan Bantuan Sembako JPS sebanyak Rp11,4 Miliar di Kabupaten Sergai
Plt Kadiskominfo yang juga Kepala Balitbang Pemprov Sumut Irman Oemar yakin persiapan new normal Sumut tidak akan terganggu dengan kedatangan TKI ini. “Mereka sudah di swab di Malaysia dan tidak punya masalah di sana, sehingga pihak Malaysia mau memulangkan mereka. Di sini juga kita menerapkan protokol kesehatan kepada mereka, jadi ini tidak akan mengganggu persiapan new normal,” tegas Irman.
Salah satu TKI yang dipulangkan asal Aceh, Zulkarnain juga mengatakan Malaysia memastikan mereka bebas Covid-19 sebelum dipulangkan ke Indonesia. “Kita dikumpulkan pihak keamanan Malaysia dan di tes Covid-19, yang sehat di karantina menunggu kepulangan ke Indonesia,” terang Zulkarnain.












