Untuk melaksanakan haji, mereka telah mengikuti manasik haji sejak 2018 lalu. Tidak hanya materi, mereka juga menyiapkan mental dan kondisi fisik. Setiap minggu mereka selalu berolahraga untuk menjaga kebugaran.
“Semoga Corona segera berakhir, dan haji dan umroh bisa dibuka kembali,” katanya.
254 calon jemaah haji Kulon Progo batal berangkat
Sementara sang suami, Edi Wundartono mengatakan sebagai jemaah hanya bisa mengikuti petunjuk dari pemerintah. Keputusan membatalkan ini pasti sudah dipertimbangkan dengan matang. Salah satunya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona.
“Ini tidak dibatalkan, hanya ditunda. Pasti sudah diperhitungkan oleh negara baik Indonesia ataupun Arab Saudi,” katanya.
Baca juga: Ditutup 30 April, 177.785 Jemaah Reguler dan 12.720 Jemaah Khusus Sudah Lunasi Biaya Haji
Baca juga: Arab Saudi Tutup Layanan Umrah, Kemenag Matangkan Persiapan Haji 2020
Meski demikian, Edi juga mengaku kecewa keinginan untuk beribadah di tanah suci harus tertunda. Namun itu tidak masalah demi kebaikan semua umat Islam.
“Karena ini urusan untuk beribadah pasti kecewa, tetapi kami yakin ini untuk kebaikan,” ujarnya.
Terpisah, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, Nur Rahmawan Sugiharta mengatakan, di Kulon Progo ada 254 calon jemaah haji yang batal berangkat tahun ini.
Mereka sudah siap secara administrasi dan tinggal berangkat pada akhir Juni mendatang. Bahkan paspor dan seragam jemaah juga sudah dibagikan. Namun pandemi Corona menjadikan pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini.
“Ada 254 daftar jemaah haji tahun ini yang ditunda keberangkatannya,” ujarnya.












