JAKARTA, LINES.id – Semenjak Pandemi Covid-19 mewabah di tanah air membuat tren belanja masyarakat berubah, yang biasanya masyarakat berbelanja menggunakan metode tradisional kini bergeser melalui online. Alhasil metode transaksi pembayaran juga ikut berubah. Banyak perusahaan yang menyediakan layanan Digital Payment mengalami kenaikan transaksi di platformnya semenjak ada pandemi.
Dilansir Kompas.com, CEO & Co-Founder DANA Vincent Iswara mengatakan, selama masa pandemi virus corona (Covid-19) transaksi di platform dompet digital ini mengalami peningkatan sebanyak 15 persen. “Secara keseluruhan memang terjadi penurunan transaksi di berbagai merchant Offline DANA tapi kami melihat berbeda dengan transaksi di online. Justru transaksi di online mengalami kenaikan yang signifikan sebanyak 15 persen,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.
Vincent menjelaskan, kenaikan itu terjadi didukung oleh banyaknya transaksi yang dilakukan masyarakat secara online seperti pembayaran tagihan, pengiriman uang, dan pembelian pulsa.
Baca juga: Imbas PSBB, Penjualan Sembako di Online Meningkat 400 Persen
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Sehari-hari, Pasar Mamuju Buka Layanan Belanja Online
Hal serupa dialami oleh OVO, yang mencatatkan kenaikan transaksi lebih dari 100 persen. Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, kenaikan transaksi tersebut sebagai dampak dari diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah.
“E-commerce naik pesat, food dan delivery juga naik,” kata dia. Karaniya menyebutkan, transaksi pembayaran untuk pembelian kopi juga melonjak. Bahkan antrean kasir pembelian kopi melalui OVO setara dengan 8.000 lapangan sepak bola.
Payment digital GoPay…












