JAKARTA, LINES.id – Anggota Departemen Litbang, IPTEK, SDA dan Lingkungan Hidup Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof H Rubiyo menjadi narasumber kedua dalam webinar DPP LDII. Mengangkat tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Masa Pandemi Covid-19”, Jumat (15/5/2020) malam.
Melalui materinya ia menyampaikan bagaimana strategi rumah tangga bersiap menghadapi potensi kelangkaan pangan. Serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan baik di saat maupun pasca Covid-19.
Profesor riset ahli peneliti utama dari Kementerian Pertanian ini menjelaskan mengapa ketahanan pangan menjadi penting. “Sebagaimana kita ketahui pangan menjadi kebutuhan pokok kita, sehebat apapun, secerdas apapun kalau perut kita lapar kita tidak bisa berpikir dengan baik. Oleh karena itu pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia,” paparnya.
Baca juga: Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan, LDII Gelar Webinar Bertajuk Ketahanan Pangan
Baca juga: Ancaman Krisis Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, LDII Inisiasi Jejaring Kolaborasi Pangan
Ketahanan pangan untuk memenuhi gizi masyarakat sudah banyak yang dilakukan pemerintah. Swasembada pangan sudah dilakukan secara masif seperti cetak sawah, perakitan kualitas unggul dan sarana produksi lainnya. “Itu selalu kita genjot untuk meningkatkan produktivitas pangan kita termasuk luas lahan yang memang masih kita lakukan,” ucap Prof Rubiyo.
Prof Rubiyo menambahkan, sebagai sarana percontohan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan, ini sesuatu yang hilang. Karena beberapa tahun yang lalu juga pernah dilakukan melalui program. “Kalau itu tanaman rempah dengan program tanaman toganya, kalau itu tanaman sayur melalui program rumah pangan lestari. Akan tetapi itu semua hilang karena memang tidak ada konsistensi dari program tersebut,” ungkapnya.
Oleh karena itu, hikmah…












