Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan, LDII Gelar Webinar Bertajuk Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan
DPP LDII bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR Mindo Sianipar, menggelar diskusi kelompok terpumpun (FGD) Ketahanan Pangan dan Pertanian bertajuk “Potensi SDA dan SDM Indonesia Mencapai Kedaulatan Pangan”, Kamis (29/8/2019) (sumber: hariansinggalang.co.id)

 Ia menambahkan, kita tetap bersyukur di tengah wabah ini diberikan kecerdasan, bisa memberikan solusi dan diberikan kematangan bisa memikirkan apa yang paling urgent yang harus kita lakukan. “Jadi, urgensi dan kepentingannya apa, kita ditantang bisa merumuskan itu. Kalau itu berhasil, kita sebagai warga Indonesia bisa memberikan suatu karya, suatu amal, dan hasil karya kita bisa dirasakan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengambil manfaat dengan keberadaan LDII di seluruh Indonesia dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar, inilah yang dinamakan kontribusi,” papar Abdullah Syam.

“Kita mengumpulkan kias, kias makanan utama kita nasi ya nasi, jagung ya jagung, sehingga ketika zakat fitrah menyesuaikan kias itu. Itu yang kita perluas dari hukum agama. Seberapa jauh diversifikasi pangan, keanekaragaman pangan yang kita miliki agar menjadi sehat bagi tubuh kita,” pungkasnya.

Baca juga: LDII Ridge Camp Manfaatkan Teknologi Digital Untuk Pembinaan Rohani

Baca juga: Masa Reses, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Kunjungi LDII Lampung Selatan

 

Webinar dilanjutkan dengan pemaparan oleh tiga narasumber, pemaparan pertama disampaikan oleh Ir H Kemal Taruc dengan materi situasi pangan nasional di era pandemi Covid-19. Pemaparan kedua oleh Prof Ir H Rubiyo dengan materi strategi rumah tangga bersiap hadapi potensi kelangkaan pangan. Pemaparan ketiga oleh Ir H Prasetyo Sunaryo dengan materi langkah-langkah yang perlu disiapkan oleh LDII dalam menghadapi potensi kelangkaan pangan.

Webinar yang berakhir pukul 23.30 wib ini merupakan awal pembahasan untuk diskusi berikutnya. Lebih jauh, melalui webinar ini diharapakan dapat mewujudkan ketahanan pangan dalam lingkup LDII dan masyarakat sekitar. Yakni diwujudkan melalui diskusi lokal, dengan menawarkan solusi apa yang bisa diberikan, dan apa yang dibutuhkan.